Found 1 bookmarks
Custom sorting
Sekilas Tentang Shu Fa (書 法 ) / Kaligrafi Tionghoa
Sekilas Tentang Shu Fa (書 法 ) / Kaligrafi Tionghoa
Sejarah Shu Fa / Kaligrafi, tidak terlepas dari penemuan ”Huruf”, ”Tinta”, ”Kuas”, dan ”kertas”. Sebelum tulisan ditemukan, orang Tionghoa menggunakan simpul tali dan ukiran pada kayu sebagai alat bantu mengingat. Kurang lebih ada 60.000 huruf Tionghoa, tetapi hanya sekitar 3.000 yang umum digunakan. Tulisan Tionghoa pertama kali diciptakan pada jaman Kaisar Kuning (Huang Di) (黄帝) oleh tokoh yang bernama Cang jie ( 仓颉 ). Awal penulisan dilakukan pada Cangkang kura2 dan tulang, yang dikenal sebagai Piktograf. Kemudian penulisan dilakukan pada batu, tembaga, bilah bambu, baru kemudian pada kertas. Rakyat Dinasti Shang (1600 – 1100 BCE) sudah menggunakan tinta untuk menulis dicangkang kemudian diletakkan diatas api. Legenda menyebutkan bahwa batang tinta pertama dibuat oleh seorang yang bernama Xing Yi pada masa Dinasti Zhou Barat ( 1100 – 770 BCE), dimana pada masa itu batang tinta dibuat dari arang pinus yang ditumbuk halus kemudian dijadikan bubur dan dibuat menjadi batangan, dan untuk menggunakannya batangan tinta digosokkan pada batu tinta dicampur sedikit air untuk mendapatkan tinta cair. Dalam perkembangannya tinta batangan yang terbuat dari arang pinus, kemudian dari arang damar dan pernis, dan untuk kepraktisannya, dibuatlah tinta cair yang dibotolkan. Seiring dengan perkembangan tinta, pada masa yang sama , Dinasti Zhou Barat (1100 – 770 BCE ) kuas sudah digunakan untuk melukis ukiran gerabah dan tulisan pada cangkang dan tulang. Selama masa Dinasti Zhou Timur ( 770 – 256 BCE ), orang biasa menulis pada bilah bambu dengan menggunakan kuas. Kuas terdiri dari ujung yang berbulu terbuat dari bulu2 hewan seperti kelinci, ayam, kuda dll serta batang kuas yang terbuat dari bambu, gading, tanduk, giok dll. Awal penemuan kertas; pada jaman kuno, untuk membuat pakaian musim dingin, orang memasak kepompong ulat sutra dalam air, setelah itu direndam dalam air dan digulingkan di tikar bambu, ini mengubah kepompong menjadi gumpalan sutra untuk pembuatan kain, gumpalan sutra akan meninggalkan lapisan tipis serat kain pada tikar bambu dan menjadi bahan untuk tulisan. Masa Dinasti Han Timur ( 25 – 220 CE ) seorang pejabat bernama Cai Lun (蔡倫 ) mencampur kulit batang pohon, rami, fragmen kain dan jaring ikan menjadi satu untuk menghasilkan kertas yang bermutu tinggi, kertas ini putih dan dibuat untuk menulis lebih mudah. Dan setelah itu, kertas Tionghoa menyebar ketempat-tempat lain: • Korea dan Vietnam di abad ke 4 • Jepang dan Arab pada abad ke 7 • Mesir pada abad ke 10 • Maroko abad ke 11 • Eropa dan Afrika abad ke 12 sampai 16 • Benua Amerika pada abad ke 17. Batu tinta pertama kali digunakan bersamaan dengan kuas dan tinta, dalam sebuah musoleum yang berumur 5.000 tahun lebih, arkeolog menemukan batu tinta terletak di sebelah seorang manusia primitif, bahkan ada tutup batu dan penumbuk batu di lubang batu tinta, ada beberapa batang tinta dan lima cangkir keramik, barang barang ini berbentuk satu set keramik lengkap. Kaligrafi orang Tionghoa dianggap sebagai Seni kata, suatu bentuk tarian garis, musik tanpa suara dan gambar tanpa warna, maka kaligrafi juga disebut tarian tinta. Jenis-jenis gaya tulisan, diantaranya Gaya Segel, gaya berlari, reguler, pejabat dan berjalan. Setiap gaya memiliki ciri-ciri yang unik. Zhuanshu ( gaya segel ) Bentuk huruf panjang, bundar dan menunjukkan keindahan guratan melengkung. Xingshu ( gaya berjalan ) Ini adalah gaya paling umum dalam kaligrafi. Ini perpaduan antara Kaishu dan Caoshu. Tulisan Wang Xizhi dari dinasti Jin Timur dianggap sebagai wakil tipikal karya Xingshu Kaishu ( gaya reguler ) Gaya paling sering dilihat dalam kaligrafi, huruf-hurufnya persegi dan teratur, guratannya penuh dan indah. Gaya ini mencapai kejayaannya selama Dinasti Tang dimana tiga ahli kaligrafi kaishu hidup, Yan Zhengqing, Liu Gongquan, Ouyang Xun. Lishu ( gaya pejabat ) Hurufnya datar dan menampilkan keindahan garis persegi. Caoshu ( gaya berlari ) Menampilkan keindahan garis dengan garis menari yang penuh kehidupan dan semangat. Ini adalah gaya terbaik untuk pengungkapan perasaan dan kepribadian si ahli kaligrafi. Zhang Xu dan Huai Su dari dinasti Tang sangat terkenal untuk gaya ini.
·tionghoa.org·
Sekilas Tentang Shu Fa (書 法 ) / Kaligrafi Tionghoa