Found 2 bookmarks
Custom sorting
Bertindak Setelah Pertimbangkan Baik Buruknya (徘徊瞻眺)
Bertindak Setelah Pertimbangkan Baik Buruknya (徘徊瞻眺)
徘徊瞻眺 Páihuái zhān tiào Bertindak Setelah Dipertimbangkan Baik Buruknya 徘徊 – páihuái – mondar-mandir 瞻 – zhān – menengadah 眺 – tiào – menatap jauh Ungkapan ini dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén). Arti harfiah ungkapan ini adalah menghabiskan waktu untuk melihat pemandangan dengan hati-hati. Ini juga menyatakan supaya melakukan segala sesuatu dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Berperilaku dan bertindak dengan tenang adalah menghormati diri sendiri. Sebelum memutuskan berbuat sesuatu, pikirkan baik-baik dan hati-hati. Hati-hati berbeda dengan menahan diri. Kewaspadaan adalah mempertimbangkan satu hal secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk melakukannya atau tidak. Setelah keputusan dibuat, majulah dengan berani. Dalam Kitab Perubahan (Hanzi: 易经, Pinyin: Yì jīng), yang termasuk dalam Lima Klasik (Hanzi: 五经, Pinyin: Wǔjīng), mengajar orang untuk “memurnikan yang halus”, dan yang halus adalah untuk berhati-hati dan berani. Jika seseorang tidak memiliki pikiran terbuka dan tidak dapat berpandangan jauh ke depan, tidak mungkin untuk mengambil tanggung jawab penting. Dengan kata lain, harus berhati-hati dalam segala hal, menghindari kecurigaan di mana-mana. Oleh karena itu, ketika hati cerah dan murah hati, barulah kita dapat berjalan dengan gagah. Hanya ketika kita memiliki ambisi dan pandangan jauh ke depan, kita dapat melakukan tugas-tugas penting. Artikel pertama muncul di: Tionghoa Indonesia - Budaya dan Tradisi Tionghoa Indonesia Pada: Bertindak Setelah Pertimbangkan Baik Buruknya (徘徊瞻眺)
·tionghoa.org·
Bertindak Setelah Pertimbangkan Baik Buruknya (徘徊瞻眺)
Arti Idiom Tiongkok – Mengendarai Angin dan Memecah Ombak (乘风破浪)
Arti Idiom Tiongkok – Mengendarai Angin dan Memecah Ombak (乘风破浪)
乘风破浪 Chéngfēngpòlàng Mengendarai angin dan memecah ombak 乘 – chéng – menumpang, naik 风 – fēng – angin 破 – pò – memecah, membelah 浪 – làng – ombak Secara harfiah idiom ini berarti bahwa sebuah kapal mengendarai angin dan memecah ombak untuk bergerak maju. Metafora ini menjelaskan tentang bergerak maju dengan berani tanpa takut akan kesulitan dan bahaya, dan juga menggambarkan perkembangan pesat dari sebuah karir. Kehidupan seseorang tidak selalu mulus. Bailixi, menteri terkenal dari negara Qin, pernah menjadi pengemis dan budak. Adipati Wen dari Jin pernah pergi ke pengasingan. Penasihat Su Qin miskin. Hidup itu seperti laut. Selalu ada pasang surut, dan ada juga badai yang dahsyat. Orang tidak bisa mengubah laut, tetapi mereka bisa belajar mengendarai angin dan ombak. Ada semacam semangat kepahlawanan dalam idiom ini. Seseorang harus memiliki keyakinan yang teguh setiap saat, dorongan untuk tidak mengakui kekalahan, semangat dan keberanian untuk berani membuka diri, tidak mengasihani diri sendiri dalam menghadapi kesulitan, dan tidak mengeluh dalam menghadapi kemunduran. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Arti Idiom Tiongkok – Mengendarai Angin dan Memecah Ombak (乘风破浪)