Found 2 bookmarks
Custom sorting
Belajar Dari Filosofi Kerang Mutiara
Belajar Dari Filosofi Kerang Mutiara
Kerang penghasil mutiara di lautan memang tidak punya kaki, tidak bisa bergerak, dan tidak bisa berenang. kerang terpaksa harus menjaga dirinya, dari apa yg masuk ke dalamnya, semua harus diproses dari kotoran, pasir dan debu pun mencemarinya, menyakitinya, dengan sabar membungkusnya selapis demi selapis. Semua proses pembentukan tidak seindah mutiara yang dihasilkan, namun melalui proses panjang ternyata semua itu menjadi mutiara yang terindah yang dimiliki oleh sebuah kerang. Manusia juga sama, terkadang kita harus melewati pahit getirnya kehidupan, melewati banyak halangan, sakit hati, penderitaan, tetapi semua merupakan proses kematangan jiwa, proses pembelajaran, proses pelatihan kesabaran, yang pada waktunya nanti akan menjadi harga yang sangat berharga dengan nilai yang tiada taranya. Memang segala sesuatu yang dikerjakan bila belum terasa hasilnya, dirasakan sangat lama, menguras semua tenaga dan pikiran. Tetapi bila waktunya tiba, kebahagiaan yang dirasakan dari setiap perjuangan, mampu menghilangkan semua beban dan penat di hati. Tidak ada sesuatu yang muncul tanpa sebab. Yang penting selama ini perbuatan dan pikiran harus baik, dalam menerima hal-hal apapun, termasuk hal yang kurang baik. Harus ada filter dan saringan dalam mengolahnya yang bagus akan menjadi barang bagus, yang kurang bagus akan didaur ulang menjadi lebih bagus lagi. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Belajar Dari Filosofi Kerang Mutiara
Hikayat Jendral Jiang Wu
Hikayat Jendral Jiang Wu
Hikayat Jendral JIANG WU, dibaca CIANG U TA CIANG CUIN. Lahir pada jaman Dinasti Ming di Shandong. Nama lain adalah Wo Yang. Pada tahun 1622 Jiang Wu menjadi Pejabat Walikota. Tahun 1628-1643 Jiang Wu naik pangkat lagi menjadi Jendral. Beliau membunuh kepala bandit bernama Wang Ke, Jiang Wu pun kemudian naik pangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan, beliau melindungi keadaan kerajaan dan pemakaman-pemakaman kerajaan. Pada waktu itu Jiang Wu juga ikut Jendral Besar Yang Wen Yue untuk membantu tentara-tentara di Kaifeng. Waktu itu yang ikut banyak yang kalah, hanya tentara Jiang Wu saja yang tetap tidak goyah. Ketika bandit-bandit datang, Jiang Wu sendiri yang memimpin perang dan membunuh ratusan bandit. Karena kehabisan tenaga dan lain-lain, Jiang Wu akhirnya meninggal juga, selanjutnya Jabatan Beliau dijabat oleh anak cucunya.
·tionghoa.org·
Hikayat Jendral Jiang Wu