海咸河淡
Hǎi xián hé dàn
Laut asin, sungai tawar
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
海 – hǎi – laut
咸 – xián – asin
河 – hé – sungai
淡 – dàn – tawar
Air laut terdiri dari air asin, sungai terdiri dari air tawar.
Jika penguapan sungai sangat besar sehingga tidak ada lagi luapan air, air akan menjadi asin seperti laut.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
闰余成岁
Rùn yú chéng suì
Hari dan bulan interkalari membentuk satu tahun
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
闰 – rùn – bulan interkalari
余 – yú – ekstra
成 – chéng – membentuk
岁 – suì – tahun
Kalender adalah metode menghitung waktu dengan menggunakan istilah seperti tahun, bulan, dan hari.
Pembuatan kalender umumnya didasarkan pada pengamatan astronomi.
Orangn Tiongkok kuno mulai membuat dan memakai kalender sejak lama. Konon, praktek ini dimulai oleh Kaisar Kuning (Hanzi: 黄帝, Pinyin: Huángdì).
Menurut banyak kalender yang digunakan sejak Periode Musim Semi dan Musim Gugur, satu tahun memiliki 365,25 hari.
Ilmuwan Dinasti Yuan, Guo Shoujing (Hanzi: 郭守敬, Pinyin: Guōshǒujìng), membuat kalender penunjuk waktu. Menurutnya, setahun terdiri atas 365,2425 hari. Angka ini sesuai dengan kalender Gregorian meskipun kalender buatan Guo muncul 300 tahun lebih awal.
Kalender terbagi menjadi tiga jenis. Kalender matahari, kalender bulan, dan kombinasinya.
Tahun kalender matahari adalah waktu yang dibutuhkan bumi untuk menyelesaikan rovolusi mengelilingi matahari.
Kalender bulan berdasarkan waktu yang dibutuhkan bulan untuk menyelesaikan revolusi mengelilingi bumi.
Kalender kombinasi memperhitungkan gerakan matahari dan bulan, serta menggunakan bulan kabisat untuk menyeimbangkan perbedaan lamanya tahun untuk kalender matahari dan bulan.
Kalender Tradisional Tiongkok (Hanzi: 农历, Pinyin: nónglì) berdasarkan bulan sinodik (Hanzi: 朔望月, Pinyin: Shuòwàngyuè), atau waktu yang dibutuhkan bulan untuk mengelilingi bumi.
Bulan ini dimulai dengan bulan baru (hari pertama), bergerak ke bulan purnama (hari ke-15), kemudian berakhir dengan bulan baru.
Satu bulan memiliki 29 hari (bulan minor) atau 30 hari (bulan mayor), sedangkan setahun terdiri atas 354 hari. Bulan kabisat akan diselipkan setiap tiga tahun.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Menuai Di Musim Gugur, Menyimpan Selama Musim Dingin
秋收冬藏
Qiū shōu dōng cáng
Menuai di musim gugur dan menyimpan selama musim dingin
秋 – qiū – musim gugur
收 – shōu – menuai/panen
冬 – dōng – musim dingin
藏 - cáng – menyimpan/menimbun
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén).
Ungkapan ini menyatakan musim gugur berganti dengan musim dingin.
Pada musim gugur panen, dan kemudian menyimpan hasil panen untuk pemakaian selama musim dingin.
Adanya perubahan musim melambangkan bahwa manusia harus berencana dan membuat persiapan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
云腾致雨
Yún téng zhì yǔ
Awan naik dan bertemu udara dingin, maka terjadilah hujan
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
云 – yún – awan
腾 – téng – naik
致 – zhì – menyebabkan
雨 – yǔ – hujan
Ketika awan mencapai udara yang lebih dingin, uap lembab di dalamnya menjadi sangat berair, sehingga pengembunan terjadi dan menghasilkan hujan.
Dengan kata lain, awan terbuat dari air yang diuapkan.
Jika molekul air di udara makin banyak, mereka jadi makin berat.
Mereka tak bisa lagi berada di udara, sehingga jatuh ke bumi sebagai hujan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
寒来暑往
Hán lái shǔ wǎng
Musim dingin tiba setelah musim panas berlalu
寒 – hán – musim dingin
来 – lái – datang/tiba
暑 – shǔ – musim panas
往 – wǎng – berlalu
Ada empat musim di Tiongkok. Musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Musim dingin berhawa dingin, musim panas berhawa panas atau hangat.
Musim dingin yang dingin datang setelah musim panas yang panas telah berlalu.
Ungkapan yang dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén) ini menggambarkan perjalanan waktu.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
辰宿列张
Chén xiù liè zhāng
Bintang di langit membentang membentuk rasi bintang
辰 – chén – waktu/bintang
宿 – xiù – istilah kuno untuk rasi bintang
列 – liè – barisan
张 – zhāng – bentangan
Ungkapan ini dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén).
Orang Tiongkok kuno membagi langit berdasarkan 3 tembok dan 28 rasi bintang.
Bintang-bintang tersebut tersusun seperti tembok di beberapa bagian langit, dinamakan Tembok Taiwei (Hanzi: 太微垣, Pinyin: Tài wēi yuán), Tembok Ziwei (Hanzi: 紫薇垣, Pinyin; Zǐwēi yuán), dan Tembok Tianshi (Hanzi: 天石垣, Pinyin: Tiān shíyuán).
Astronom kuno membagi bintang yang tampak di langit menjadi 28 rasi bintang, yang mnyebar rata di timur, selatan, barat, dan utara.
Bagian timur dinamakan Naga Biru (Hanzi: 青龙, PInyin: Qīnglóng).
Bagian barat adalah Macan Putih (Hanzi: 白虎, Pinyin: Báihǔ).
Bagian selatan adalah Burung Merah (Hanzi: 朱雀 , Pinyin: Zhūquè).
Dan bagian utara adalah Kura-kura Hitam (Hanzi: 玄武 , Pinyin: Xuánwǔ).
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
日月盈昃
Rì yuè yíng zè
Matahari terbit dan terbenam, bulan membesar dan mengecil
日 – rì – matahari
月- yuè – bulan
盈 – yíng – penuh
昃 – zè – ciut/sempit
Ungkapan empat kata ini dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén).
Menyampaikan tentang matahari dan bulan, yang merupakan benda langit yang paling mudah diamati dan merupakan dua benda di alam semesta yang paling dekat hubungannya dengan bumi.
Bulan berjarak 380.000 kilometer dari bumi, dan matahari berjarak 150 juta kilometer dari bumi.
Ketika kita melihat bulan dari bumi, besarnya sebesar diameter permukaan matahari.
Orang Tiongkok menyebut matahari dengan Taiyang (太阳) dan bulan dengan Taiyin (太阴).
Alam semesta digambarkan dengan matahari di siang hari dan bulan di malam hari.
Malam berganti siang dan siang berganti malam.
Bulan mengalami perubahan bentuk membesar dan mengecil.
Membesar dan mengecilnya bulan menunjukkan naik turunnya bisnis dan usaha.
Melambangkan bisnis yang berkembang pesat di saat ekonomi bagus, tapi menyusut di masa resesi.
Sedangkan terbit dan terbenamnya matahari melambangkan kelahiran dan kematian manusia.
Selain itu, matahari terbit perlambang kesuksesan bisnis, sedangkan matahari terbenam melambangkan kegagalan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
家丑不可外扬
Jiāchǒu bùkě wàiyáng
Kejelekan keluarga jangan dipublikasikan
家 – jiā – keluarga
丑 – chǒu – keburukan
不可 – bùkě – tidak boleh
外 – wài – luar
扬 – yáng – disiarkan
外扬 – wàiyáng – diberitakan/disebarkan keluar
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Tali Bisa Memotong Kayu, Tetesan Air Bisa Menembus Batu
绳子会锯断木头,水滴能滴穿石头
Shéngzi huì jù duàn mùtou, shuǐdī néng dī chuān shítou
Tali bisa memotong kayu, tetesan air bisa menembus batu
绳子 – shéngzi – tali
会 – huì – bisa
锯断 – jù duàn – memotong
木头 – mùtou – kayu
水 – shuǐ – air
滴 – dī – tetesan
水滴 – shuǐdī – tetesan air
滴穿 – dī chuān – menembus
石头 – shítou – batu
Idiom Tiongkok di atas digunakan untuk memotivasi.
Artinya, setetes air menetes di batu yang sama, dalam waktu yang lama dan terus menerus, air akan menembus batu.
Hanya jika kamu melakukan satu hal yang ingin kamu lakukan dengan baik dan melakukannya dengan serius serta terus-menerus, kamu akan berhasil.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Melakukan Sesuatu Berdasarkan Petunjuk Secara Kaku
按图索骥
Àntúsuǒjì
Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk secara kaku
按 – àn – berdasarkan
图 – tú – gambar
索 – suǒ – mencari
骥 – jì – kuda unggul
Kisah Idiom 按图索骥
Pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur (770 SM – 476 SM), Bo Le (Hanzi: 伯乐, Pinyin:Bólè) dari Qin terkenal akan kemampuannya menilai kuda.
Ia menuliskan pengetahuannya tentang kuda dalam buku yang berjudul Panduan Dasar Menilai Kuda, yang menampilkan beragam ilustrasi jenis kuda, dilengkapi keterangan tertulisnya.
Putranya membaca buku itu sampai selesai dan menganggap dirinya sudah menguasai kemampuan ayahnya.
Suatu kali, ia membawa Panduan Dasar Menilai Kuda dan pergi mencari kuda unggul berdasarkan ilustrasi dalam buku tersebut.
Ia tersandung seekor katak yang dahinya memiliki kesamaan ciri dengan kuda unggul yang dijelaskan dalam buku.
Mengira telah menemukan kuda yang bisa terbang, ia berlari pulang untuk segera memberitahu ayahnya.
Bo Le tahu putranya telah bertindak bodoh, maka ia menanggapinya dengan cemoohan, “Kuda ini terlalu pandai melompat dan tidak cocok untuk ditunggangi.”
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
半部论语治天下
Bàn bù Lúnyǔ zhì tiānxià
Setengah Analek Menguasai Dunia
半 – bàn -setengah
部 – bù – bagian
论语 – Lúnyǔ – Kitab Lunyu (Analek Konfusius), adalah kitab dari ajaran Konfusius yang mempunyai 20 bab, merupakan catatan dari murid-murid Konfusius tentang ucapan Konfusius
治天下 – zhì tiānxià – menguasai dunia
Asal Usul Idiom 半部论语治天下
Zhao Pu (Hanzi: 赵普, Pinyin: Zhàopǔ), menteri senior Dinasti Song (960 – 1279), adalah orang yang pengetahuannya tidak begitu luas.
Setelah menjadi perdana menteri, setiap hari ia membaca Analek / Kitab Lunyu (Hanzi:论语, Pinyin: Lúnyǔ) di rumahnya.
Alhasil, keeseokan harinya ia bisa dengan mudah menyelesaikan tugas-tugas resminya.
Menurut kata orang-orang, ia menjalankan kantornya berdasarkan setengah dari pengetahuan yang ia dapatkan dari Analek.
Ketika Kaisa Song Tai Zong menanyakan hal itu, Zhao Pu menjawab, “Memang benar, dilihat dari latar belakang akademis, pengetahuan hamba tidak dapat melampaui Analek. Dulu, hamba mengandalkan setengah dari ilmu Analek untuk membantu Yang Mulia mendirikan kerajaan. Sekarang hamba berharap bisa memanfaatkan setengah dari ilmu Analek untuk membantu Yang Mulia menjalankan roda pemerintahan, sebab kata-kata dalam Analek mewakili seluruh kata-kata bijak di dunia.”
Setelah Zhao Pu meninggal dunia, dua puluh bab dari Analek ditemukan di antara barang-barang miliknya.
Arti Idiom 半部论语治天下
Mampu menjalankan tugasnya hanya dengan menguasai sebagian pengetahuan yang disyaratkan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok – Sukses Karena Xiao He, Gagal Juga Karena Xiao He (成也萧何, 败也萧何)
成也萧何, 败也萧何
Chéng yě Xiāohé, bài yě Xiāohé
Sukses karena Xiao He, gagal juga karena Xiao He
成 – chéng – sukses/berhasil/menang
败 – bài – kalah/gagal
也 – yě – juga
萧何 – Xiāohé – Seorang negarawan Tiongkok pada jaman Dinasti Han Barat, salah satu dari Tiga Pahlawan Dinasti Han Awal (Hanzi: 汉初三杰, Pinyin: Hàn chū sān jié ), bersama-sama dengan Han Xin dan Zhang Liang
Asal Usul Idiom 成也萧何, 败也萧何
Xiao He dari Dinasti Han Barat (206 SM – 25 SM) adalah kepala penasihat Kaisar Liu Bang.
Ia merekomendasikan seseorang bernama Han Xin kepada Kaisar Liu Bang untuk dijadikan jenderal kepala.
Han Xin memberikan kontribusi besar dalam pendirian Dinasti Han (206 SM – 220 M).
Kemudian istri Liu Bang, Ratu Lü, mendengar bahwa Han Xin sedang merencanakan sebuah pemberontakan.
Ratu Lü ingin memanggil Han Xin ke istana namun ia khawatir Han Xin tidak mau mematuhinya.
Ratu Lü kemudian berdiskusi dengan Xiao He.
Han Xin dijebak untuk datang ke istana dengan dalih ingin mengundangnya ke sebuah pesta.
Setelah Han Xin memasuki istana, ia pun dihukum mati.
Dari sinilah muncul perkataan, bahwa Han Xin bisa menjadi jenderal kepala karena rekomendasi Xiao He, namun Han Xin juga meninggal dibunuh atas tipu daya Xiao He.
Arti Idiom Tiongkok 成也萧何, 败也萧何
Idiom ini menunjukkan bahwa orang yang telah merekomendasikan seseorang sebelumnya juga dapat membunuhnya.
Pengalaman Han Xin menunjukkan bahwa tidak peduli momen apa pun dalam hidup, kita harus selalu mengoreksi kata-kata dan perbuatan kamu, tidak melangkahi, dan selalu menjaga kewaspadaan terhadap orang lain.
Orang yang sama bisa jadi baik ataupun jahat, bisa membawa kesuksesan ataupun kegagalan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
班门弄斧
bān mén nòng fǔ
Membuat Kapak di Depan Pintu Rumah Tuan Lu Ban
班 – bān – mengacu pada Lu Ban (Hanzi: 鲁班, Pinyin: Lǔ Bān), seorang perajin terkenal dalam sejarah
门 – mén – pintu
班门 – bānmén – pintu rumah Lu Ban
弄 – nòng – membuat
斧 – fǔ – kapak
Asal usul idiom 班门弄斧
Setelah meninggal, penyair kenamaan dari Dinasti Tang (618 – 907), Li Bai (Hanzi: 李白, Pinyin: Lǐbái), dimakamkan di Cai Shi Ji.
Banyak kaum terpelajar dan cendekiawan berziarah ke makamnya untuk menunjukkan rasa hormat kepada Li Bai serta meninggalkan puisi yang mereka tulis di makamnya.
Pada Dinasti Ming (1368 – 1644), saat Mei Zhihuan, peserta terbaik dalam ujian tertinggi untuk menjadi pejabat negara, mengunjungi makam tersebut dan membaca puisi-puisi yang ditinggalkan di sana, ia merasa orang-orang itu terlalu tinggi menilai kemampuan diri mereka.
Ia lantas menulis puisi satiris, menyatakan bahwa orang-orang yang menuliskan puisi mereka di depan makam Li Bai sama saja dengan membuat kapak di depan pintu rumah Tuan Lu Ban.
Arti idiom 班门弄斧
Memamerkan kemampuan di hadapan ahlinya.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok – Rencana/Perhitungan Yang Sesuai Keinginan Saja (如意算盘)
如意算盘
Rúyì suànpán
Rencana atau perhitungan yang sesuai keinginan saja
如 – rú – sesuai dengan
意 – yì – keinginan
如意 – rúyì – sesuai dengan yang diinginkan
算 – suàn – menghitung
盘 – pán – memeriksa/mengecek
算盘 – suànpán – sempoa
Idiom ini adalah idiom yang berasal dari karya sastra.
Idiom ini pertama kali berasal dari bab keempat puluh empat Officialdom Unmasked – Catatan Resmi (Hanzi: 官场现形记, Pinyin : Guānchǎng xiàn xíng jì ) karya Li Baojia (Hanzi: 李宝嘉, Pinyin: Lǐbǎojiā) pada masa Dinasti Qing .
Metafora ini hanya dapat dipahami dari aspek yang bermanfaat bagi diri sendiri.
Biasanya digunakan sebagai subjek, objek, atau atribut dalam sebuah kalimat.
Idiom ini memiliki makna yang merendahkan.
Cerita tentang idiom 如意算盘
Keluarga Shen Shouyao (Hanzi: 申守尧, Pinyin: Shēnshǒuyáo) sangat miskin sehingga dia tidak punya apa-apa untuk dimakan, tetapi dia adalah “tuan” dan selalu ingin menonjolkan diri dan menyelamatkan muka.
Suatu hari, Shen Shouyao sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya, ketika tiba-tiba seorang ibu tua datang dan berteriak padanya, “Apakah masalah sudah selesai, Pak? Lepaskan pakaian dan berikan kepada saya, saya akan mengambilnya kembali, tidak ada nasi di panci hari ini, Nyonya katakan padaku untuk menjadi …” Shen Shouyao sangat marah ketika mendengar ini, dan menampar ibu tua itu.
Ibu tua itu tidak menyerah, dibantu seorang teman, ibu tua itu pergi ke kediaman Shen.
Shen Shouyao kemudian bergegas pulang, dan ketika dia memasuki ruangan, ibu tua itu masih menangis. Dia mengutuk dengan marah: “Keluar dari sini, aku tidak membutuhkanmu lagi.”
“Tidak semudah itu, bayar kembali upahku, dan aku akan segera pergi!” Ibu tua itu sangat marah, “Dari Mei tahun lalu hingga sekarang, ada lebih dari 3 yuan upah untuk besar dan kecil, dan bersama dengan 13 setengah bulan upah, Anda harus membayar total 12 yuan!”
Ketika Shen Shouyao mendengarnya meminta begitu banyak upah, dia sangat cemas sehingga dia naik pitam, dan berteriak dengan marah: “Betapa tidak masuk akalnya! Siapa yang berutang begitu banyak padamu? Jika saya hitung, saya berutang tiga bulan kepadamu. Kamu akan menipuku. Aku akan memberimu denda dan hanya memberimu upah tiga bulan. Mulai sekarang, kita tidak ada hubungan lagi, dan kau tidak akan pernah diizinkan memasuki gerbangku!”
Ibu tua itu tidak marah ketika dia mendengarnya, dia memelototinya dengan ganas, dan berteriak: “Jangan berangn-angan, jika kamu memberi saya sedikit uang, saya akan pergi ke pemerintah daerah. untuk mengajukan gugatan denganmu! ”Jadi keduanya bertengkar.
Arti idiom 如意算盘
Perselisihan antara ibu tua dan Shen Shouyao menunjukkan bahwa keduanya hanya muncul dengan ide dan metode berdasarkan kepentingan atau keinginan sepihak mereka sendiri.
Orang yang “bermain angan-angan” sering kali merasa dirinya pintar. Bahkan, dalam bergaul dengan rekan kerja atau teman, lebih baik untuk membujuk atau mengingatkan dengan itikad baik untuk tidak membuat angan-angan, karena ide-ide ini sering egois, sehingga umumnya sulit untuk dicapai.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
一刀两断
yīdāoliǎngduàn
Memutuskan hubungan
一 – yī – satu
刀 – dāo – pisau
两 – liǎng – dua
断 – duàn – putus
Arti harafiah idiom Tiongkok ini adalah memotong menjadi dua bagian dengan satu pisau.
Secara metafora, berarti memutuskan hubungan.
Idiom ini digunakan sebagai predikat, atribut, dan objek.
Cerita Idiom 一刀两断
Pada tahun-tahun awal Dinasti Han Barat(Hanzi: 西汉, Pinyin :Xīhàn), setelah Han Xin (Hanzi韩信, Pinyin: Hánxìn) dinobatkan sebagai Raja Qi, Perdana Menteri Xiao He (Hanzi:萧何, Pinyin: Xiāohé) khawatir kekuatan militer Han Xin akan mengancam dunia keluarga Liu, jadi dia mendekati Fan Kuai (Hanzi: 樊哙, Pinyin: Fánkuài) untuk membahas strategi.
Fan Kuai menunjukkan kesombongannya dan bahkan membual bagaimana dia bisa mengalahkan Xiang Yu (Hanzi: 项羽, Pinyin: Xiàngyǔdan) melindungi tuannya Liu Bang (Hanzi: 刘邦, Pinyin: Liúbāng).
Menghadapi Han Xin, yang tidak memilik kekuatan, dia hanya perlu memanggil satu atau dua orang untuk menghadapinya.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
对牛弹琴
duìniútánqín
Bermain musik untuk sapi
对 – duì – kepada
牛 – niú – sapi
弹 – tán – bermain
琴 – qín – alat musik
Idiom Tiongkok ini berasal dari The Theory of Reason and Confusion (Hanzi: 理惑论, Pinyin: lǐ huò lùn) yang ditulis oleh Mou Rong (Hanzi: 牟融, Pinyin: Móu róng) pada Dinasti Han.
Idiom ini digunakan untuk menggambarkan penalaran bagi mereka yang tidak masuk akal, dan keanggunan bagi mereka yang tidak memahami keindahan.
Umumnya digunakan sebagai predikat dan objek dalam sebuah kalimat, dengan makna yang merendahkan.
Arti
Arti dari idiom ini adalah berbicara kepada orang yang tidak tepat, menjelaskan prinsip besar kepada orang-orang pandir.
Asal Usul
Pada masa dinasti Han Timur (25-220), hiduplah seorang terpleajar benama Mou Rong (Hanzi: 牟融, Pinyin: Móu róng) yang amat menguasai Buddhisme.
Ia mengajarkan Buddhisme kepada para pengikut ajaran Konfusius menggunakan buku karya Konfusius.
Karena tidak langsung menggunakan kitab suci Buddhisme untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para pengikut ajaran Konfusius tersebut, ia pun menuai protes dari mereka.
Mou Rong pun lantas menceritakan kisah seorang musisi bernama Gong Mingyi (Hanzi: 公明仪, Pinyin: Gōng Míngyí).
Suatu saat, Gong Mingyi memainkan nada yang rumit dengan semacam kecapi kepada sapi yang tengah merumput.
Sapi tersebut sama sekali tidak mempedulikan nada yang ia mainkan dan tetap merumput.
Kemudian Gong Mingyi memainkan nada yang mirip suara nyamuk, lalat, dan anak sapi.
Saat itulah sapi tersebut memberikan reaksi, mengibaskan ekornya dan menegakkan telinganya saat mendengar nada tersebut.
Mou Rong berkesimpulan bahwa mendiskusikan kitab suci Buddhisma dengan orang-orang yang belum pernah mempelajari Buddhisme sama saja dengan membuang-buang tenaga.
Beginilah asal usul idiom 对牛弹琴
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok: Mencintai Seseorang Sampai Kepada Orang Lain Atau Barang Yang Berhubungan Dengan Orang Itu – Ai Wu Ji Wu (爱屋及乌)
爱屋及乌
Ài wū jí wū
Mencintai seseorang sampai kepada orang lain atau barang yang berhubungan dengan orang itu
爱 – ài – cinta
屋 – wū – rumah
及 – jí – dan
乌 – wū – burung gagak
Asal Usul
Setelah Raja Zhou Wu Wang (Hanzi: 周武王, Pinyin: Zhōu wǔwáng) menaklukkan Zhao Ge (Hanzi: 朝歌, Pinyin: Zhāogē), ibukota Dinasti Shang (1600 SM – 1100 SM), dan mendirikan Dinasti Zhou (1100 SM – 256 SM), beliau bertanya kepada penasehatnya, Jiang Taigong (Hanzi: 姜太公, Pinyin: Jiāng tàigōng), apa yang harus dilakukan terhadap rakyat yang ditinggalkan oleh Raja Shang Zhou Wang (Hanzi: 商纣王, Pinyin: Shāng zhòu wáng) yang sudah dikalahkan.
Jiang Taigong berkata, “Menurut nasehat yang hamba dengar, jika kita mencintai seseorang, kita juga harus mencintai burung gagak yang tinggal di atas rumah orang itu. Jika kita membenci seserorang, kita juga harus membenci pengikut dan pelayannya. Raja Shang terkenal akan kelakukan jahatnya, oleh karena itu semua bawahannya pun harus dihukum.”
Akan tetapi Zhou Gong (Hanzi: 周公; Pinyin: Zhōu Gōng) memberi nasehat yang bertolak belakang.
Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Raja Zhou Wu Wang menerima nasehat Zhou Gong dan membebaskan rakyat Raja Shang Zhou Wang, mengijinkan mereka pulang ke tanah kelahiran mereka untuk menjaga diri mereka sendiri.
Inilah asal muasal dari idiom 爱屋及乌.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok – Menahan Pasukan Tanpa Bergerak (按兵不动)
按兵不动
ànbīngbùdòng
Menahan pasukan tanpa bergerak
按 – àn – menahan
兵 – bīng – tentara
不 – bù – tidak
动 – dòng – bergerak
Arti
Mamiliki kekuatan namun tetap menunggu saat yang tepat untuk bertindak.
Asal Usul
Pada periode Musim Semi dan Musim Gugur (770 SM – 476 SM), Zhao Jianzi (Hanzi: 赵简子, Pinyin: Zhàojiǎnzi), pejabat senior Jin, sedang mempersiapkan serangan ke Negara Wei.
Ia mengutus Shi Mo ke Negara Wei untuk menjalankan misi pengintaian, yang akhirnya membuat Shi Mo menghabiskan waktu setengah tahun di sana.
Saat Shi Mo kembali, Zhao Jianzi bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu begitu lama di Negara Wei?”.
Shi Mo menjawab, “Jika kemungkinan besar kita akan menghadapi bahaya dalam usaha kita mendapatkan sesuatu, akan lebih baik kalau kita tidak mencoba-coba. Raja Wei adalah orang yang berwawsan luas. Ia dibantu banyak orang berbakat dengan kemampuan unggul dan negara itu diurus dengan baik. Kita tidak bolah bertindak gegabah saat menghadapi mereka.”
Diyakinkan oleh analisa Shi Mo, Zhao Jianzi menahan tentaranya di posisi masing-masing dan tidak melakukan apapun, menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
三从四德
Sāncóngsìdé
Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan
三 – sān – tiga
从 – cóng – kepatuhan
四 – sì – empat
德 – dé – kebajikan
Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan adalah kode etik dan moralitas yang digunakan untuk membatasi wanita dalam masyarakat feodal Tiongkok kuno.
Istilah “tiga kepatuhan” pertama kali muncul dalam klasik Konfusianisme Zhou dan Han “Upacara Ritual, Pakaian Berkabung, Biografi Zixia”.
Ketika membahas batas waktu bagi seorang wanita yang sudah menikah, masa berkabung suaminya dan ayahnya (tiga tahun untuk suaminya dan satu tahun untuk ayahnya), dikatakan bahwa “Wanita memiliki ‘tiga kepatuhan’. Jika mereka tidak menikah, mereka mematuhi ayah mereka, tetapi ketika mereka menikah, mereka menuruti suaminya.
Istilah “Empat Kebajikan” dapat ditemukan di “Zhou Li, Tian Guan, Nei Zai”.
Apa itu Tiga Kepatuhan?
Yang disebut “tiga kepatuhan” mengacu pada kepatuhan kepada ayah sebelum menikah, kepatuhan kepada suami setelah menikah, kepatuhan kepada anak setelah suami meninggal.
Artinya anak perempuan harus menuruti ajaran orang tuanya sebelum menikah, dan tidak seenaknya menyanggah perintah orang yang lebih tua, karena yang lebih tua memiliki pengetahuan sosial yang kaya dan makna pembimbing yang mendasar.
Berbakti kepada yang lebih tua, dan mendidik yang muda.
Jika suamiya meninggal, ia harus mematuhi tugasnya, mencari cara untuk membesarkan anak-anak, dan menghormati filosofi hidup anak-anak mereka.
Apa itu Empat Kebajikan?
Yang disebut “empat kebajikan” mengacu pada moralitas, ucapan, penampilan, dan pekerjaan.
Artinya, untuk menjadi seorang wanita, hal pertama dan terpenting adalah moralitas.
Kedua, “kata-kata”. Harus memiliki pengetahuan dan pengembangan diri, ucapan yang benar, dan bahasa yang tepat.
Ketiga, “penampilan”, yang menunjukkan bahwa seseorang harus bermartabat dan bijaksana, tidak sembrono.
Keempat adalah “pekerjaan”. Yaitu, cara menjalankan keluarga.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok – Kenali Diri Dan Musuh Kamu, Seratus Pertempuran Tidaklah Berbahaya (知己知彼百战不殆)
知己知彼百战不殆
Zhījǐzhībǐ bǎizhànbùdài
Kenali diri dan musuh kamu, seratus pertempuran tidak berbahaya
知 – zhī – mengetahui
知彼 – zhī bǐ – memahami musuh
百 – bǎi – seratus
战 – zhàn – pertempuran
不殆 – bù dài – tidak berbahaya
Idiom ini berarti bahwa jika kamu dapat memahami situasi musuh dan kondisi kamu secara menyeluruh, tidak akan ada bahaya dalam seratus pertempuran.
Idiom ini dikutip dari Sun Tzu: Konspirasi (Hanzi: 孙子·谋攻篇, Pinyin: Sūnzi·móu gōng piān).
Hanya dengan mengenal diri sendiri dan mengetahui musuh, maka dapat aman dalam seratus pertempuran.
Ini dapat terlihat dalam kasus militer Pertempuran Guandu dan Pertempuran Chibi .
Jika kamu tidak mengenal musuh tetapi mengenal diri sendiri, kamu akan menang dan kalah.
Jika kamu tidak mengenal musuh atau dirimu sendiri, kamu akan terancam dalam setiap pertempuran.
Jika kamu tidak mengerti musuh tetapi hanya memahami diri sendiri, kamu akan sama-sama mungkin menang atau kalah.
Jika kamu tidak memahami baik musuh maupun diri sendiri, kamu hanya akan kalah setiap pertempuran.
Ini berarti bahwa dalam perang, jika kamu memahami musuh maupun dirimu sendiri, kamu tidak akan pernah kalah dalam seratus pertempuran.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
问心无愧
Wènxīn wúkuì
Hati nurani yang bersih
问 – wèn – bertanya
心 – xīn – hati
无 – wú – tanpa
愧 – kuì – malu
Idiom ini menggambarkan perilaku psikologis, yang telah menarik perhatian dan eksplorasi semua orang, dan telah merangkum berbagai pencapaian dan pengalaman.
Ada 5 hal yang berhubungan dengan hati nurani yang bersih ini.
1. Bertanya pada diri sendiri adalah fokus utama untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga merupakan salah satu arti dari hati nurani yang bersih.
“Tanya hatimu” bukanlah orang lain yang bertanya pada hatimu, tapi paling-paling orang lain membantumu dan membimbingmu untuk bertanya pada dirimu sendiri, kamu bertanya pada dirimu sendiri.
Misalnya, tanyakan pada diri sendiri, jadi bertanya pada diri sendiri adalah fokus utama dari hati nurani yang bersih.
2. Menjadi layak adalah hasil dari menjelaskan hati nurani, dan itu juga merupakan arti kedua dari memiliki idiom hati nurani yang bersih.
Malu adalah sejenis reaksi, perwujudan ketenangan pikiran; malu adalah jenis reaksi lain, itu adalah reaksi qi dan darah yang mengalir ke hulu.
Menanyakan apakah ada satu atau tidak memiliki dua reaksi.
Ini adalah metode untuk orang untuk memahami pikiran, dan itu juga merupakan inti dari hati nurani yang bersih.
3. Sebab-akibat adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga apa artinya memiliki hati nurani yang bersih.
Malu adalah reaksi, akibat dari bertanya, dan tidak ada rasa malu tanpa bertanya.
Oleh karena itu, hati nurani yang bersih menekankan hubungan logis antara sebelum dan sesudah, yang termasuk dalam kategori berpikir logis dan memiliki arti verifikasi.
4. Terlihat dan tidak berwujud, adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, tetapi juga arti dari hati nurani yang bersih.
Malu lebih dekat dengan kategori berwujud, dan pertanyaan lebih dekat dengan kategori tidak berwujud dan kesadaran.
Misalnya, kamu dapat melihat wajahnya menjadi merah dan biru untuk sementara waktu, dan dia mengatakan bahwa dia tidak berbohong.
Rasa malu itu ada dalam jangkauan yang terlihat, jangkauan yang nyata.
Melihat yang tidak terlihat dengan yang terlihat adalah kebijaksanaan yang jelas.
5. Hubungan antara psikologi dan fisiologi adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga merupakan makna komprehensif dari hati nurani yang bersih.
Hati nurani yang bersih adalah masalah psikologis, dan rasa malu adalah fenomena fisiologis.
Menghubungkan fisik dan psikologis adalah cara terbaik untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga satu-satunya cara untuk memahami arti dari hati nurani yang bersih.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Pepatah Tiongkok – Lakukan Apa Yang Bisa Dilakukan, Lakukan Yang Terbaik (量力而行,且尽力而为)
量力而行,且尽力而为
Liànglì ér xíng, qiě jìnlì ér wéi
Lakukan apa yang bisa dilakukan dan lakukan yang terbaik
量 – liàng – kuantitas, jumlah
力 – lì – tenaga, kekuatan, daya
而行 – ér xíng – melakukan
且 – qiě – dan
尽 – jìn – berusaha sebisanya
而为 – ér wéi – untuk
Arti Pepatah Tiongkok ini adalah melakukan apa yang bisa dilakukan, lakukan yang terbaik dengan seluruh kekuatan dan sepenuh hati.
Dalam menjalani hidup, ambil inisiatif dan lakukan yang terbaik, sesuai dengan kemampuan.
Selamat pagi, selamat beraktivitas!
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Kuda Putih Merumput Dengan Santai Di Padang Rumput (白驹食场)
白驹食场
Bái jū shí chǎng
Kuda putih merumput dengan santai di padang rumput
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
白 – bái – putih
驹 – jū – kuda
食 – shí – makan
场 – chǎng – tempat/padang rumput
Pada masa Tiongkok kuno, seekor kuda yang bagus sangat berharga karena mampu membawa orang ke mana pun dalam sekejap.
Makanan menjadi hal sangat penting bagi orang Tiongkok, seperti halnya rumput bagi seekor kuda yang bagus.
Ada idiom Tiongkok yang berbunyi, kekuatan kuda dibuktikan dengan perjalan jarak jauh yang ditempuhnya (路遥知马力, 日久见人心)
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
义结金兰
yì jié jīnlán
Berteman baik
Ini adalah salah satu idiom Tiongkok yang terdiri dari 4 aksara.
Kata emas -jin (Hanzi:金, Pinyin: jīn) dalam idiom ini untuk melambangkan ketangguhan.
Sedangkan kata anggrek – lan (Hanzi:兰, Pinyin: lán) sebagai metafora untuk wewangian.
Jinlan, menggambarkan persahabatan yang begitu dalam.
Awalnya mengacu pada emosional antara teman-teman.
Kemudian, itu digunakan sebagai simbol untuk menjalin pertemanan yang sangat cocok dan bersumpah sebagai saudara dan saudari.
Hal ini dapat dilihat dalam Kisah Tiga Kerajaan (Hanzi: 三国演义, Pinyin: sānguó yǎnyì), Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei berada di Taoyuan di mana bunga-bunga bermekaran penuh di belakang Desa Zhang Fei di Kabupaten Zhuo.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok: Manusia Berencana Tapi Tuhan Yang Menentukan (人算不如天算)
人算不如天算
Rén suàn bùrú tiān suàn
Perhitungan manusia tidak sebanding dengan perhitungan Tuhan, manusia berencana tetapi Tuhan yang menentukan
人 – rén – orang, manusia
算 – suàn – perhitungan
不如 – bùrú – tidak sebaik
天 – tiān – langit, Tuhan
Asal Usul Idiom Tiongkok 人算不如天算
Suatu hari di masa Tiga Kerajaan (Hanzi: 三国, Pinyin: sānguó), Zhuge Liang (Hanzi: 诸葛亮, Pinyin: zhūgéliàng) sebagai penasihat Bangsa Shu merencanakan agresi ke Bangsa Wei.
Prajurit Shu telah berhasil menekan prajurit Wei di lembah, tidak ada cara untuk melarikan diri dari serangan itu (ada api di satu sisi dan dinding curam di sisi lain).
Zhuge Liang telah menghitung rencana itu dengan sangat baik.
Tapi tiba-tiba, angin arah berubah dan meniup api ke arah lain.
Jadi, Prajurit Wei bisa lolos dari serangan prajurit Shu.
Ketika itu terjadi, Zhuge Liang berkata, “Aku telah merencanakan dengan sangat baik, tetapi Tuhan mengatur rencana lain.”
Arti Idiom Tiongkok 人算不如天算
Arti dari idiom ini ini adalah manusia hanya bisa berencana dan berusaha dengan maksimal, tetapi pada akhirnya Tuhan juga lah yang menentukan berhasil atau tidaknya.
Meski begitu, bagaimanapun hasilnya, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, walaupun terkadang sulit dipahami di saat awal.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Idiom Tiongkok : Perjalanan Jauh Membuktikan Kekuatan Seekor Kuda ( 路遥知马力,日久见人心)
路遥知马力,日久见人心
lù yáo zhī mǎ lì, rì jiǔ jiàn rén xīn
Perjalanan yang jauh dapat membuktikan kekuatan seekor kuda.
Butuh waktu lama untuk membuktikan hati seseorang.
路遥 – lù yáo – perjalanan jauh
知 – zhī – mengetahui
马力 – mǎ lì – kekuatan kuda
日久 – rì jiǔ – waktu yang lama
见 – jiàn – bertemu
人心 – rén xīn – hati seseorang
Arti idiom ini adalah kekuatan kuda hanya bisa diketahui saat perjalanan jauh. Setelah melalui banyak hal dan waktu yang lama barulah bisa mengenali baik buruknya hati manusia.
Ada cerita menarik di bali idiom ini.
Cerita yang mengisahhkan tentang Lu Yao (Hanzi: 路遥, Pinyin: lù yáo) dan Ma Li (Hanzi: 马力, Pinyin: mǎ lì).
Ma Li pergi ke Beijing untuk mengikuti ujian.
Dia jatuh sakit di tengah jalan dan sangat miskin.
Untungnya, tuan tanah Lu Yao menerimanya dan merawatnya selama 3 tahun.
Ma Li pergi ke Beijing untuk mengikuti ujian, mendapat pilihan teratas dan direkrut sebagai menantu lelaki kaisar (Hanzi: 驸马, Pinyin: fùmǎ).
Pada saat ini, keluarga Lu Yao tertimpa bencana kebakaran, dan keluarganya bangkrut.
Lu Yao tidak punya pilihan selain pergi ke Beijing untuk mencari Ma Li untuk meminta bantuan.
Setelah bertemu dengan Ma Li, Ma Li tidak menyebutkan apa pun untuk membantu.
Ma Li hanya membiarkan Lu Yao bersenang-senang di ibu kota.
Lu Yao marah dan pergi.
Ma Li mengirim prajurit untuk menahan Lu Yao.
Lu Yao hanya diijinkan untuk mundur 1 mil setiap hari, dan jika dia berjalan satu mil lagi, dia harus kembali sejauh dua mil.
Pada hari yang sama, Lu Yao berjalan 5 mil lagi dan kemudian mundur 10 mil.
Lu Yao marah dan memaki Ma Li karena tidak tahu berterima kasih.
Selama penahanan, para prajurit memperlakukan Lu Yao dengan sopan dan menawarkan persembahan yang lezat.
Lu Yao berjalan mondar-mandir seperti ini, dan butuh waktu 3 tahun sebelum dia kembali ke rumahnya.
Lu Yao melihat rumah yang dulu terbakar itu sekarang berubah menjadi rumah yang asri.
Ternyata Ma Li tidak ingin Lu Yao kembali terlalu dini, tetapi dia ingin membangun rumah ini untuknya sebagai imbalan atas keselamatannya.
Lu Yao tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela nafas.
Lu Yao mengetahui hati Ma Li yang sebenarnya.
Ada juga versi lainnya.
Lu Yao dan Ma Li adalah teman baik.
Ayah Lu Yao adalah seorang pengusaha kaya dan ayah Ma Li adalah pelayan keluarga Lu Yao.
Meskipun ini adalah hubungan tuan-pelayan, hubungan antara keduanya sangat baik.
Mereka membaca bersama dan bermain bersama.
Ketika saatnya berbicara tentang pernikahan, Lu Yao kaya dan berkuasa, dan mudah untuk mendapatkan istri.
Tapi Ma Li miskin dan tidak mampu melamar gadis untuk diperistri.
Suatu hari, seorang mak comblang menawarkan Ma Li untuk menikahi seorang gadis.
Ma Li sangat senang, tetapi si gadis meminta mahar yang mahal.
Ma Li harus meminta bantuan teman baiknya Lu Yao.
Lu Yao berkata : “Meminjam uang boleh saja, tapi aku akan datang untukmu tiga hari sebelum menikah dan memasuki kamar pengantin.”
Ma Li bergegas dalam kemarahan, tetapi tidak ada cara lain.
Ma Li tidak bisa menjadi bujangan seumur hidup.
Jadi dia harus menyetujui hal ini, dan menerimanya.
Pada hari keempat, itu adalah kamar pengantinnya, dan dia merasa kesal.
Saat hari mulai gelap, dia masuk ke kamar pengantin, menutup kepalanya, dan tidur.
Pengantin wanita bertanya: “Suamiku, mengapa belajar sepanjang malam selama tiga malam pertama, tetapi tertidur dengan kepala tertutup hari ini?”.
Baru saat itulah Ma Li tahu bahwa Lu Yao telah membuat lelucon besar untuknya, yang benar-benar membuatnya bahagia dan menjengkelkan.
Sejak itu, Ma Li bersumpah untuk belajar keras dan mendapatkan pilihan teratas dalam ujian.
Kemudian, Ma Li diterima dan menjadi pejabat tinggi di Beijing.
Temperamen Lu Yao yang tidak terkendali dan terlalu berani membuat usahanya bangkrut.
Lu Yao teringat Ma Li untuk meminjam uang.
Lu Yao berdiskusi dengan istrinya untuk pergi ke Beijing untuk meminta Ma Li.
Ma Li sangat senang melihat Lu Yao dan memperlakukannya dengan hangat.
Lu Yao menjelaskan niatnya, tetapi Ma Li berkata: “Minumlah! Minum anggur ini!”
Ma Li tidak bermaksud membantunya sama sekali.
Lu Yao sangat kesal selama beberapa hari, dan Ma Li berkata: “Kakak Lu, pulanglah, jangan sampai istrimu mengkhawatirkanmu!”
Lu Yao pulang dengan marah dan frustrasi.
Sebelum memasuki rumah, Lu Yao mendengar orang menangis dan bergegas masuk.
Lu Yao melihat istri dan anak-anaknya menjaga peti mati dan menangis dengan sedih.
Anggota keluarga terkejut dan senang ketika melihat Lu Yao masuk.
Ternyata Ma Li mengirim seseorang untuk mengantarkan peti mati dan berkata: “Setelah Lu Yao tiba di ibukota, dia jatuh sakit parah dan meninggal karena pengobatan yang tidak efektif!”
Lu Yao menjadi kesal.
Lu Yao membuka peti mati dan melihat bahwa peti itu penuh dengan emas dan perak.
Ada catatan di atasnya: “Anda membiarkan istri saya menjaga kamar tiga hari, dan saya membuat istri Anda menangis.”
Ada juga cerita lainnya lagi.
Pada Dinasti Song, diceritakan ada dua orang yang bernama Lu Yao dan Ma Li.
Lu Yao adalah seorang pria terhormat di Nanjing, kaya dan murah hati.
Ma Li adalah keponakan Ma Han, bawahan Hakim Baozheng di Prefektur Kaifeng.
Ma Li adalah seorang sarjana miskin pada saat itu.
Awalnya memiliki keinginan untuk mengikuti ujian.
Ketika berjalan ke Nanjing, dia kelelahan dan sakit parah. Ma Li terjebak di penginapan.
Kemudian ditolong oleh Lu Yao.
Setelah tiba di kediaman Lu Yao, Ma Li tidak menjelaskan hubungannya dengan Ma Han.
Lu Yao menerimanya dengan hangat
Dia memberikan perawatan medis dan mengosongkan rumah untuk Ma Li belajar.
Lu Yao menghargai bakat dan pembelajaran Ma Li, dan keduanya berteman baik.
Setelah Ma Li pulih, Lu Yao mempersembahkan dua ratus tael perak untuk membantunya pergi ke Kaifeng mengikuti ujian.
Sejak itu Lu Yao kehilangan komunikasi dengan Ma Li.
Bertahun-tahun kemudian, Lu Yao mengalami kebakaran di rumahnya.
Dia pergi ke Kaifeng untuk mencari pertolongan Ma Li.
Tanpa diduga, setelah tiba di kediaman Ma Li, Ma Li tidak ada di rumah dan keluarganya tidak menerima Lu Yao.
Lu Yao berpikir bahwa Ma Li tidak mengingat perasaan lamanya dan pergi dengan marah.
Setelah Ma Li pulang dan mendengar kabar dari keluarganya, dia tahu bahwa Lu Yao telah pergi.
Sambil memarahi keluarganya karena bersikap kasar, dia mengirim keluarganya yang bernama Ding Rijiu untuk mengejar Luyao dengan cepat.
Setelah bertemu dengan Lu Yao, Ma Li menjelaskan keseluruhan cerita.
Keduanya menyelesaikan kesalahpahaman mereka.
Ma Li membawa keluarga Lu Yao ke Kaifeng.
Jadi, muncullah idiom, perjalanan jauh mengetahui tenaga kuda, hati orang-orang akan terlihat seiring waktu.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Burung Phoenix Bernyanyi Gembira Di Pohon Bambu (鸣凤在竹)
鸣凤在竹
Míng fèng zài zhú
Burung phoenix bernyanyi gembira di pohon bambu
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
鸣 – míng – berkicau
凤 – fèng – burung phoenix
在 – zài – di
竹 – zhú – pohon bambu
Aneka ragam burung, baik burung phoenix atau burung-burung yang kurang indah, senantiasa bernyanyi dengan indah di alam mereka.
Meski merupakan burung mitos yang digambarkan berekor emas yang indah dan berbulu merah tua, burung phoenix dijadikan simbol untuk sifat yin (wanita).
Burung phoenix dikenal juga sebagai burung merah, burung api, dan ayam.
Burung phoenix adalah hewan dewa dan raja burung dalam mitos dan legenda Tiongkok. Merupakan burung dan binatang langka yang tercatat dalam sejarah, dan hanya akan muncul pada jaman kebajikan, keadilan, dan moralitas yang damai dan makmur. Burung phoenix dipercaya pembawa keberuntungan dan kedamaian.
Mitos tentang burung phoenix ada di Tiongkok, Jepang, Arab, dan Mesir.
Burung phoenix diyakini bisa hidup lama, 500 hingga 1000 tahun. Setelah hidup selama itu, burung phoenix menyalakan api, dan membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung phoenix muda. Ia terlahir kembali dalam api. Bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru dengan vitalitas yang lebih kuat dari sebelumnya, yang disebut Phoenix Nirvana. Dengan cara ini, burung phoenix memperoleh keabadian.
Burung phoenix adalah salah satu dari empat roh (naga, burung phoenix, unicorn, dan kura-kura) dalam cerita rakyat Tiongkok.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Prof Dr Krom, sejarawan asal Belanda menyebutkan nama Lampung berasal dari kata dalam bahasa Tionghoa yakni Lampohwang.
Ia menjelaskan pd abad ke 4 masehi, Kerajaan Tulang Bawang di Lampung sudah mengirim utusan ke Tiongkok tepatnya di kawasan Kota Kwancou.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
Arti Pepatah Tiongkok 车到山前必有路,船到桥头自然直 (che dao shan qian bi you lu, chuan dao qiao tou zi ran zhi)
车到山前必有路,船到桥头自然直
Chē dào shān qián bì yǒu lù, chuán dào qiáotóu zìrán zhí
Selalu ada solusi untuk setiap masalah
车 – chē – kendaraan
到 – dào – sampai/tiba
山 – shān – gunung
前 – qián – depan
必有 – bì yǒu – harus
路 – lù – jalan
船 – chuán – kapal
桥头 – qiáotóu – kepala jembatan
自然 – zìrán – alami
直 – zhí – lurus
Arti harafiah dari pepatah ini adalah ketika kendaraan sampai di gunung, ada jalan melaluinya, dan ketika sebuah perahu mencapai jembatan akan lurus dengan sendirinya.
Pepatah ini adalah pepatah lama yang populer. Biasanya pepatah ini diungkapkan saat dalam keadaan darurat.
Saat menemukan masalah yang tida dapat dihindari, biasanya selalu dapat menemukan cara untuk keluar dari kesulitan.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
知足常乐
Zhīzú cháng lè
Puas dengan apa yang dimiliki
知足 – zhīzú – kepuasan
常 – cháng – sering
乐 – lè – senang
Orang yang bisa tahu diri, selalu bersyukur, dan menerima apa adanya akan selalu hidup bahagia.
Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.