Found 194 bookmarks
Custom sorting
Tali Bisa Memotong Kayu, Tetesan Air Bisa Menembus Batu
Tali Bisa Memotong Kayu, Tetesan Air Bisa Menembus Batu
绳子会锯断木头,水滴能滴穿石头 Shéngzi huì jù duàn mùtou, shuǐdī néng dī chuān shítou Tali bisa memotong kayu, tetesan air bisa menembus batu 绳子 – shéngzi – tali 会 – huì – bisa 锯断 – jù duàn – memotong 木头 – mùtou – kayu 水 – shuǐ – air 滴 – dī – tetesan 水滴 – shuǐdī – tetesan air 滴穿 – dī chuān – menembus 石头 – shítou – batu Idiom Tiongkok di atas digunakan untuk memotivasi. Artinya, setetes air menetes di batu yang sama, dalam waktu yang lama dan terus menerus, air akan menembus batu. Hanya jika kamu melakukan satu hal yang ingin kamu lakukan dengan baik dan melakukannya dengan serius serta terus-menerus, kamu akan berhasil. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Tali Bisa Memotong Kayu, Tetesan Air Bisa Menembus Batu
Kejelekan Keluarga Jangan Dipublikasikan
Kejelekan Keluarga Jangan Dipublikasikan
Ada pepatah Tiongkok: “Kejelekan keluarga jangan dipublikasikan” Apa maksudnya? Tidak ada emas yang murni, tidak ada yang sempurna, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan. Jadi dalam sebuah keluarga, beberapa hal buruk terjadi, ini sangat normal dan tak terhindarkan. Konfusius memiliki pepatah, “Ayah bersembunyi untuk putranya, dan putranya bersembunyi untuk ayahnya.” Jika ada sesuatu yang buruk dalam keluarga, kamu harus menasihati secara pribadi, bersembunyi dari satu sama lain, dan tidak mempublikasikannya di mana-mana. Meskipun hal ini mungkin tidak terlihat baik, tetapi karena sejalan dengan fitrah manusia, hal ini mencerminkan integritas manusia. Jika kamu mengkhianati keluarga kamu sendiri atas nama kebenaran dan pemusnahan, itu benar secara teori, tetapi itu tidak manusiawi. Siapa yang berani mempercayai kamu di masa depan? Poin lainnya adalah jika kamu sering berbicara buruk tentang keluarga kamu kepada orang lain dan mempublikasikan skandal keluarga kamu, maka orang lain secara alami akan membenci keluarga kamu dan menertawakan kamu. Kamu akan dipandang rendah oleh orang lain hanya karena kamu mengekspos kekurangan kamu. Jika kamu bertemu dengan beberapa penjahat dengan niat buruk, mereka juga akan mengambil kesempatan untuk menghancurkan keluarga kamu, sehingga ia dapat mengambil keuntungan darinya. Tidak hanya keluarga, tetapi juga masyarakat. Orang dahulu mengajarkan kita untuk “menyembunyikan kejahatan dan mempromosikan kebaikan” kepada masyarakat dan orang banyak. Ketika kita melihat hal-hal buruk pada orang lain, kita tidak mengatakannya, kita tidak mempublikasikannya di mana-mana, dan kita tidak memasukkannya ke dalam hati. Ketika kita melihat orang baik dan perbuatan baik, kita memuji dan menyemangati mereka. Hati manusia penuh dengan daging, dan tidak ada orang yang murni baik dan jahat. Jika kamu melakukan ini, mereka yang tidak baik akan merasa malu ketika melihatnya, “Saya telah melakukan begitu banyak hal buruk, dan orang-orang dapat mentolerir dan memaafkan saya. Saya melakukan sedikit kebaikan, dan orang-orang akan memuji saya. Ini bisa menginspirasi seseorang. Tentu saja, hanya karena tidak mempublikasikannya bukan berarti orang jahat tidak akan dihukum, dan mereka harus dihukum ketika mereka pantas mendapatkannya, tetapi hanya saja tidak mempublikasikannya di mana-mana. Jika kamu menyebarkan perbuatan jahat orang lain di mana-mana, kamu mengajar semua orang untuk mengikuti contoh orang jahat, dan orang jahat akan mendapatkan pemikiran, “Begitu banyak orang telah melakukan hal-hal buruk, jadi saya bukan salah satu dari mereka”. Orang yang berbuat baik akan berkecil hati, kehilangan kepercayaan, orang baik tidak mendapat pahala, orang jahat senang, dan berbuat baik menjadi tidak mungkin. Oleh karena itu, tidak peduli keluarga atau masyarakat, perlu untuk mencapai “kejelekan keluarga jangan dipublikasikan”. Namun tetap perlu diingat, tidaklah benar untuk menyembunyikan dan menutupi secara membabi buta. Perlu untuk membujuknya pada waktu yang tepat untuk mengubah kejahatannya dan menjadi baik. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Kejelekan Keluarga Jangan Dipublikasikan
Sun Simiao (孙思邈) – Pengetahuan Yang Buruk Tentang Makanan Tidak Akan Membuat Kita Sehat
Sun Simiao (孙思邈) – Pengetahuan Yang Buruk Tentang Makanan Tidak Akan Membuat Kita Sehat
Makanan yang kita makan sehari-hari, dapat mengobati dan membantu dalam pengobatan penyakit. Dahulu, di Tiongkok, makanan dan obat sudah hidup berdampingan. Banyak tanaman yang dulunya merupakan makanan, lama-kelamaan banyak digunakan sebagai obat. Sun Simiao (Hanzi: 孙思邈, Pinyin: Sūn Sīmiǎo) seorang tabib terkenal selamat Dinasti Sui dan Dinasti Tang pernah mengatakan: Untuk menjaga kesehatan, kita harus bergantung pada makanan. Jika penyakitnya serius, barulah diresepkan obat. Pengetahuan yang buruk tentang makanan tidak akan membuat kita sehat. Tabib yang baik harus tahu penyebab penyakit dan menemukan bagian yang terkena penyakit. Obati penyakit dengan terapi diet dulu. Resepkan obat jika terapi diet gagal. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Sun Simiao (孙思邈) – Pengetahuan Yang Buruk Tentang Makanan Tidak Akan Membuat Kita Sehat
Melakukan Sesuatu Berdasarkan Petunjuk Secara Kaku
Melakukan Sesuatu Berdasarkan Petunjuk Secara Kaku
按图索骥 Àntúsuǒjì Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk secara kaku 按 – àn – berdasarkan 图 – tú – gambar 索 – suǒ – mencari 骥 – jì – kuda unggul Kisah Idiom 按图索骥 Pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur (770 SM – 476 SM), Bo Le (Hanzi: 伯乐, Pinyin:Bólè) dari Qin terkenal akan kemampuannya menilai kuda. Ia menuliskan pengetahuannya tentang kuda dalam buku yang berjudul Panduan Dasar Menilai Kuda, yang menampilkan beragam ilustrasi jenis kuda, dilengkapi keterangan tertulisnya. Putranya membaca buku itu sampai selesai dan menganggap dirinya sudah menguasai kemampuan ayahnya. Suatu kali, ia membawa Panduan Dasar Menilai Kuda dan pergi mencari kuda unggul berdasarkan ilustrasi dalam buku tersebut. Ia tersandung seekor katak yang dahinya memiliki kesamaan ciri dengan kuda unggul yang dijelaskan dalam buku. Mengira telah menemukan kuda yang bisa terbang, ia berlari pulang untuk segera memberitahu ayahnya. Bo Le tahu putranya telah bertindak bodoh, maka ia menanggapinya dengan cemoohan, “Kuda ini terlalu pandai melompat dan tidak cocok untuk ditunggangi.” Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Melakukan Sesuatu Berdasarkan Petunjuk Secara Kaku
Setengah Analek Menguasai Dunia
Setengah Analek Menguasai Dunia
半部论语治天下 Bàn bù Lúnyǔ zhì tiānxià Setengah Analek Menguasai Dunia 半 – bàn -setengah 部 – bù – bagian 论语 – Lúnyǔ – Kitab Lunyu (Analek Konfusius), adalah kitab dari ajaran Konfusius yang mempunyai 20 bab, merupakan catatan dari murid-murid Konfusius tentang ucapan Konfusius 治天下 – zhì tiānxià – menguasai dunia Asal Usul Idiom 半部论语治天下 Zhao Pu (Hanzi: 赵普, Pinyin: Zhàopǔ), menteri senior Dinasti Song (960 – 1279), adalah orang yang pengetahuannya tidak begitu luas. Setelah menjadi perdana menteri, setiap hari ia membaca Analek / Kitab Lunyu (Hanzi:论语, Pinyin: Lúnyǔ) di rumahnya. Alhasil, keeseokan harinya ia bisa dengan mudah menyelesaikan tugas-tugas resminya. Menurut kata orang-orang, ia menjalankan kantornya berdasarkan setengah dari pengetahuan yang ia dapatkan dari Analek. Ketika Kaisa Song Tai Zong menanyakan hal itu, Zhao Pu menjawab, “Memang benar, dilihat dari latar belakang akademis, pengetahuan hamba tidak dapat melampaui Analek. Dulu, hamba mengandalkan setengah dari ilmu Analek untuk membantu Yang Mulia mendirikan kerajaan. Sekarang hamba berharap bisa memanfaatkan setengah dari ilmu Analek untuk membantu Yang Mulia menjalankan roda pemerintahan, sebab kata-kata dalam Analek mewakili seluruh kata-kata bijak di dunia.” Setelah Zhao Pu meninggal dunia, dua puluh bab dari Analek ditemukan di antara barang-barang miliknya. Arti Idiom 半部论语治天下 Mampu menjalankan tugasnya hanya dengan menguasai sebagian pengetahuan yang disyaratkan. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Setengah Analek Menguasai Dunia
Idiom Tiongkok – Sukses Karena Xiao He, Gagal Juga Karena Xiao He (成也萧何, 败也萧何)
Idiom Tiongkok – Sukses Karena Xiao He, Gagal Juga Karena Xiao He (成也萧何, 败也萧何)
成也萧何, 败也萧何 Chéng yě Xiāohé, bài yě Xiāohé Sukses karena Xiao He, gagal juga karena Xiao He 成 – chéng – sukses/berhasil/menang 败 – bài – kalah/gagal 也 – yě – juga 萧何 – Xiāohé – Seorang negarawan Tiongkok pada jaman Dinasti Han Barat, salah satu dari Tiga Pahlawan Dinasti Han Awal (Hanzi: 汉初三杰, Pinyin: Hàn chū sān jié ), bersama-sama dengan Han Xin dan Zhang Liang Asal Usul Idiom 成也萧何, 败也萧何 Xiao He dari Dinasti Han Barat (206 SM – 25 SM) adalah kepala penasihat Kaisar Liu Bang. Ia merekomendasikan seseorang bernama Han Xin kepada Kaisar Liu Bang untuk dijadikan jenderal kepala. Han Xin memberikan kontribusi besar dalam pendirian Dinasti Han (206 SM – 220 M). Kemudian istri Liu Bang, Ratu Lü, mendengar bahwa Han Xin sedang merencanakan sebuah pemberontakan. Ratu Lü ingin memanggil Han Xin ke istana namun ia khawatir Han Xin tidak mau mematuhinya. Ratu Lü kemudian berdiskusi dengan Xiao He. Han Xin dijebak untuk datang ke istana dengan dalih ingin mengundangnya ke sebuah pesta. Setelah Han Xin memasuki istana, ia pun dihukum mati. Dari sinilah muncul perkataan, bahwa Han Xin bisa menjadi jenderal kepala karena rekomendasi Xiao He, namun Han Xin juga meninggal dibunuh atas tipu daya Xiao He. Arti Idiom Tiongkok 成也萧何, 败也萧何 Idiom ini menunjukkan bahwa orang yang telah merekomendasikan seseorang sebelumnya juga dapat membunuhnya. Pengalaman Han Xin menunjukkan bahwa tidak peduli momen apa pun dalam hidup, kita harus selalu mengoreksi kata-kata dan perbuatan kamu, tidak melangkahi, dan selalu menjaga kewaspadaan terhadap orang lain. Orang yang sama bisa jadi baik ataupun jahat, bisa membawa kesuksesan ataupun kegagalan. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Sukses Karena Xiao He, Gagal Juga Karena Xiao He (成也萧何, 败也萧何)
Membuat Kapak di Depan Pintu Rumah Tuan Lu Ban
Membuat Kapak di Depan Pintu Rumah Tuan Lu Ban
班门弄斧 bān mén nòng fǔ Membuat Kapak di Depan Pintu Rumah Tuan Lu Ban 班 – bān – mengacu pada Lu Ban (Hanzi: 鲁班, Pinyin: Lǔ Bān), seorang perajin terkenal dalam sejarah 门 – mén – pintu 班门 – bānmén – pintu rumah Lu Ban 弄 – nòng – membuat 斧 – fǔ – kapak Asal usul idiom 班门弄斧 Setelah meninggal, penyair kenamaan dari Dinasti Tang (618 – 907), Li Bai (Hanzi: 李白, Pinyin: Lǐbái), dimakamkan di Cai Shi Ji. Banyak kaum terpelajar dan cendekiawan berziarah ke makamnya untuk menunjukkan rasa hormat kepada Li Bai serta meninggalkan puisi yang mereka tulis di makamnya. Pada Dinasti Ming (1368 – 1644), saat Mei Zhihuan, peserta terbaik dalam ujian tertinggi untuk menjadi pejabat negara, mengunjungi makam tersebut dan membaca puisi-puisi yang ditinggalkan di sana, ia merasa orang-orang itu terlalu tinggi menilai kemampuan diri mereka. Ia lantas menulis puisi satiris, menyatakan bahwa orang-orang yang menuliskan puisi mereka di depan makam Li Bai sama saja dengan membuat kapak di depan pintu rumah Tuan Lu Ban. Arti idiom 班门弄斧 Memamerkan kemampuan di hadapan ahlinya. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Membuat Kapak di Depan Pintu Rumah Tuan Lu Ban
Idiom Tiongkok – Rencana/Perhitungan Yang Sesuai Keinginan Saja (如意算盘)
Idiom Tiongkok – Rencana/Perhitungan Yang Sesuai Keinginan Saja (如意算盘)
如意算盘 Rúyì suànpán Rencana atau perhitungan yang sesuai keinginan saja 如 – rú – sesuai dengan 意 – yì – keinginan 如意 – rúyì – sesuai dengan yang diinginkan 算 – suàn – menghitung 盘 – pán – memeriksa/mengecek 算盘 – suànpán – sempoa Idiom ini adalah idiom yang berasal dari karya sastra. Idiom ini pertama kali berasal dari bab keempat puluh empat Officialdom Unmasked – Catatan Resmi (Hanzi: 官场现形记, Pinyin : Guānchǎng xiàn xíng jì ) karya Li Baojia (Hanzi: 李宝嘉, Pinyin: Lǐbǎojiā) pada masa Dinasti Qing . Metafora ini hanya dapat dipahami dari aspek yang bermanfaat bagi diri sendiri. Biasanya digunakan sebagai subjek, objek, atau atribut dalam sebuah kalimat. Idiom ini memiliki makna yang merendahkan. Cerita tentang idiom 如意算盘 Keluarga Shen Shouyao (Hanzi: 申守尧, Pinyin: Shēnshǒuyáo) sangat miskin sehingga dia tidak punya apa-apa untuk dimakan, tetapi dia adalah “tuan” dan selalu ingin menonjolkan diri dan menyelamatkan muka. Suatu hari, Shen Shouyao sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya, ketika tiba-tiba seorang ibu tua datang dan berteriak padanya, “Apakah masalah sudah selesai, Pak? Lepaskan pakaian dan berikan kepada saya, saya akan mengambilnya kembali, tidak ada nasi di panci hari ini, Nyonya katakan padaku untuk menjadi …” Shen Shouyao sangat marah ketika mendengar ini, dan menampar ibu tua itu. Ibu tua itu tidak menyerah, dibantu seorang teman, ibu tua itu pergi ke kediaman Shen. Shen Shouyao kemudian bergegas pulang, dan ketika dia memasuki ruangan, ibu tua itu masih menangis. Dia mengutuk dengan marah: “Keluar dari sini, aku tidak membutuhkanmu lagi.” “Tidak semudah itu, bayar kembali upahku, dan aku akan segera pergi!” Ibu tua itu sangat marah, “Dari Mei tahun lalu hingga sekarang, ada lebih dari 3 yuan upah untuk besar dan kecil, dan bersama dengan 13 setengah bulan upah, Anda harus membayar total 12 yuan!” Ketika Shen Shouyao mendengarnya meminta begitu banyak upah, dia sangat cemas sehingga dia naik pitam, dan berteriak dengan marah: “Betapa tidak masuk akalnya! Siapa yang berutang begitu banyak padamu? Jika saya hitung, saya berutang tiga bulan kepadamu. Kamu akan menipuku. Aku akan memberimu denda dan hanya memberimu upah tiga bulan. Mulai sekarang, kita tidak ada hubungan lagi, dan kau tidak akan pernah diizinkan memasuki gerbangku!” Ibu tua itu tidak marah ketika dia mendengarnya, dia memelototinya dengan ganas, dan berteriak: “Jangan berangn-angan, jika kamu memberi saya sedikit uang, saya akan pergi ke pemerintah daerah. untuk mengajukan gugatan denganmu! ”Jadi keduanya bertengkar. Arti idiom 如意算盘 Perselisihan antara ibu tua dan Shen Shouyao menunjukkan bahwa keduanya hanya muncul dengan ide dan metode berdasarkan kepentingan atau keinginan sepihak mereka sendiri. Orang yang “bermain angan-angan” sering kali merasa dirinya pintar. Bahkan, dalam bergaul dengan rekan kerja atau teman, lebih baik untuk membujuk atau mengingatkan dengan itikad baik untuk tidak membuat angan-angan, karena ide-ide ini sering egois, sehingga umumnya sulit untuk dicapai. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Rencana/Perhitungan Yang Sesuai Keinginan Saja (如意算盘)
Idiom Tiongkok – Memutuskan Hubungan (一刀两断)
Idiom Tiongkok – Memutuskan Hubungan (一刀两断)
一刀两断 yīdāoliǎngduàn Memutuskan hubungan 一 – yī – satu 刀 – dāo – pisau 两 – liǎng – dua 断 – duàn – putus Arti harafiah idiom Tiongkok ini adalah memotong menjadi dua bagian dengan satu pisau. Secara metafora, berarti memutuskan hubungan. Idiom ini digunakan sebagai predikat, atribut, dan objek. Cerita Idiom 一刀两断 Pada tahun-tahun awal Dinasti Han Barat(Hanzi: 西汉, Pinyin :Xīhàn), setelah Han Xin (Hanzi韩信, Pinyin: Hánxìn) dinobatkan sebagai Raja Qi, Perdana Menteri Xiao He (Hanzi:萧何, Pinyin: Xiāohé) khawatir kekuatan militer Han Xin akan mengancam dunia keluarga Liu, jadi dia mendekati Fan Kuai (Hanzi: 樊哙, Pinyin: Fánkuài) untuk membahas strategi. Fan Kuai menunjukkan kesombongannya dan bahkan membual bagaimana dia bisa mengalahkan Xiang Yu (Hanzi: 项羽, Pinyin: Xiàngyǔdan) melindungi tuannya Liu Bang (Hanzi: 刘邦, Pinyin: Liúbāng). Menghadapi Han Xin, yang tidak memilik kekuatan, dia hanya perlu memanggil satu atau dua orang untuk menghadapinya. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Memutuskan Hubungan (一刀两断)
Pertanyaan Adalah Permulaan Pengetahuan
Pertanyaan Adalah Permulaan Pengetahuan
Qu Yuan (Hanzi: 屈原, Pinyin: Qūyuán) adalah penyair besar Tiongkok yang hidup selama Periode Negara-Negar Berperang. Ia mengarang puisi berjudul Pertanyaan Langit (Hanzi: 天问, Pinyin: Tiān wèn), yang terdiri dari 172 pertanyaan yang mengejutkan. Kebanyakan pertanyaan ini menyelidiki alam dan menggambarkan kegemaran orang kuno akan penyelidikan ilmiah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendorong eksplorasi dan pengembangan ilmiah. Berikut ini beberapa pertanyannya: Siapa gerangan yang mencipta kisah lahirnya alam semesta? Bagaimana langit dan bumi dikenal sebelum mereka mengetahui bentuknya? Apa yang menyatukan yin, yang, langit, dan bumi sehingga segalanya di bumi bisa terwujud? Siapa gerangan yang merancang dan membangun sembilan langit? Siapa gerangan yang menciptanya? Bagaiman langit dan bumi bergerak dan bertemu? Sejauh apakah jarak yang ditempuh matahari dari Jurang Mendidih di pagi hari ke tepi Sungai Meng di sore hari? Kekuatan apakah yang dimiliki bulan sehingga ia bisa mati dan hidup kembali? Apakah yang tertutup ketika langit menggelap? Apa yang terbuka ketika langit menerang? Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Pertanyaan Adalah Permulaan Pengetahuan
Kegunaaan Lain Dari Sempoa
Kegunaaan Lain Dari Sempoa
Sempoa adalah alat hitung tradisional Tiongkok dan telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk menghitung, sempoa bisa digunakan oleh para peramal untuk meramalkan kemalangan di masa depan dan sekarang. Sempoa besar biasanya digantungkan di kuil dewa kota untuk melambangkan penilaian atas kebaikan dan keburukan orang. Buku pada Dinasti Ming tentang sempoa, Risalah Sistematis Tentang Aritmetika (Hanzi: 算法統宗, Pinyin: Suànfǎ tǒng zōng), memuat cara menghafal untuk meramalkan jenis kelamin anak. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Kegunaaan Lain Dari Sempoa
Tradisi Festival Qingming
Tradisi Festival Qingming
Festival Qingming (Hanzi: 清明节, Pinyin: qīng míng jié) atau Cheng Beng (dalam bahasa Hokkian) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu. Festival tradisional Tiongkok ini dilaksanakan pada hari ke-104 setelah titik balik matahari di musim dingin (atau hari ke-15 pada hari persamaan panjang siang dan malam di musim semi), biasanya antara tanggal 3 April hingga 5 April. Ada berbagai tradisi yang dilakukan saat perayaan Festival Qingming. Apa saja ya? Pemeliharaan dan perbaikan makam, tamasya musim semi, menerbangkan layang-layang, dan meletakkan cabang willow di gerbang. Semuanya itu menjadi bagian penting dari festival ini sejak awal. Pembersihan Makam, Kebiasaan Paling Penting dari Festival Qingming Orang-orang memperingati dan menunjukkan rasa hormat kepada leluhur mereka dengan mengunjungi kuburan mereka, menawarkan makanan, teh atau anggur, membakar dupa, membakar atau mempersembahkan kertas sembahyang (mewakili uang), dll. Mereka menyapu kuburan, menghilangkan gulma, dan menambahkan tanah segar ke kuburan. Mereka mungkin menempelkan cabang willow, bunga, atau tanaman plastik di makam. Saat Qingming, orang biasanya memuja leluhur mereka dengan membakar dupa dan ‘uang kertas’ di kuburan leluhur mereka. Mereka berdoa di depan kuburan leluhur mereka dan memohon agar mereka memberkati keluarga mereka. Namun, kebiasaan tersebut telah sangat disederhanakan hari ini, terutama di kota-kota, di mana banyak orang hanya menaruh bunga untuk kerabat yang sudah meninggal. Menempatkan Cabang Willow di Gerbang Selama Festival Qingming, beberapa orang mengenakan ranting pohon willow yang lembut dan meletakkannya di gerbang dan pintu depan. Orang-orang percaya bahwa kebiasaan ini akan mengusir roh jahat yang berkeliaran selama Qingming. Menurut catatan sejarah, ada pepatah lama: “Letakkan cabang willow di gerbang, usir hantu dari rumah.” Tamasya Musim Semi Festival Qingming adalah saat yang tepat untuk merasakan nafas musim semi. Qingming juga disebut Festival Taqing (Hanzi:踏青, Pinyin: Tàqīng) berarti tamasya musim semi, ketika orang-orang keluar dan menikmati bunga musim semi. Festival ini biasanya jatuh pada hari yang tidak lama sebelum semuanya berubah menjadi hijau di utara, dan memasuki musim bunga musim semi di selatan. Ini menandai awal musim ketika orang menghabiskan lebih banyak waktu di luar saat cuaca menghangat. Menerbangkan Layang-layang Menerbangkan layang-layang juga merupakan kebiasaan penting yang dinikmati oleh banyak orang, tua dan muda, selama Festival Qingming. Keunikan menerbangkan layang-layang selama Festival Qingming terletak pada layang-layang yang tidak hanya diterbangkan pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Lentera-lentera kecil berwarna diikatkan pada layang-layang atau pada tali yang menahan layang-layang. Saat layang-layang terbang di malam hari, lenteranya terlihat seperti bintang yang berkelap-kelip. Di masa lalu, orang memotong tali untuk membiarkan layang-layang terbang bebas. Orang percaya bahwa kebiasaan ini dapat membawa keberuntungan dan menghilangkan penyakit. Inilah sebabnya mengapa terkadang ditemukan layang-layang kertas tergeletak di tanah di taman dan ladang. Menerbangkan layang-layang sangat populer di seluruh Tiongkok dan orang-orang melakukannya di alun-alun besar atau di taman-taman di seluruh negeri. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Tradisi Festival Qingming
Lu Ban (鲁班) Pencipta Gergaji
Lu Ban (鲁班) Pencipta Gergaji
Lu Ban (Hanzi: 鲁班, Pinyin: Lǔ Bān) adalah perajin paling terkenal dalam sejarah. Ia juga penemu produktif yang menciptakan antara lain gergaji, pengetam, siku tukang, bor, sekop, tinta penanda, batu gerinda, dan tangga ukur. Ia pernah memahat burung dari bambu yang bisa terbang selama tiga hari tiga malam. Prototipe layangan ini menandai salah satu upaya manusia dalam penerbangan. Kisah Lu Ban Menemukan Gergaji Lu Ban tidak sengaja mengiris jarinya dnegan rumput liar. Saat mengamati tepian rumput, ia menemukan bahwa tepiannya punyak banyak ‘gigi’ tajam. Lalu, dilihatnya seekor belalang besar makan rumput dengan gigi tajamnya. Daun dan belalang itulah menginspirasi Lu Ban untuk menciptakan alat yang bergerigi di sepanjang tepiannya untuk memotong pohon. Alat ini kemudian dikenal dengan gergaji. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Lu Ban (鲁班) Pencipta Gergaji
Qi Jiguang (戚继光) – Penemu Ranjau Pertama Di Dunia
Qi Jiguang (戚继光) – Penemu Ranjau Pertama Di Dunia
Bangsa Tiongkok menggunakan ranjau 500 tahun sebelum bangsa Eropa. Qi Jiguang (Hanzi: 戚继光, Pinyin: Qī Jìguāng) seorang jenderal pada Dinasti Ming yang terkenal karena pertempurannya melawan perompak Jepang, harus menghadapi serangan terus-menerus dari pasukan berkuda Mongol ketika menghadapi komandan garnisun di Jizhou. Dia memerintahkan untuk membuat kotak kayu khusus dengan roda baja khusus dan batu api yang bisa menyala jika kotak tersebut diinjak. Lalu ia menyuruh menggali lubang yang cukup jauh dari benteng. Di dalamnya diletakkan bubuk mesiu dan keping batu, lalu menyambungkan sumbunya ke kotak kayu. Saat bangsa Mongol menyerang kembali, mereka menginjak kotak tersebut dan menyalakan peledak yang terkubur. Banyak prajurit Mongol terbunuh karena ledakan itu. Sejak itu, pasukan musuh tidak berani menyerang Jizhou lagi karena percaya bahwa jenderal Qi Jiguang menggunakan ‘iblis bawah tanah’, yang sebenarnya adalah ranjau pertama di dunia. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Qi Jiguang (戚继光) – Penemu Ranjau Pertama Di Dunia
Idiom Tiongkok – Bermain Musik Untuk Sapi (对牛弹琴)
Idiom Tiongkok – Bermain Musik Untuk Sapi (对牛弹琴)
对牛弹琴 duìniútánqín Bermain musik untuk sapi 对 – duì – kepada 牛 – niú – sapi 弹 – tán – bermain 琴 – qín – alat musik Idiom Tiongkok ini berasal dari The Theory of Reason and Confusion (Hanzi: 理惑论, Pinyin: lǐ huò lùn) yang ditulis oleh Mou Rong (Hanzi: 牟融, Pinyin: Móu róng) pada Dinasti Han. Idiom ini digunakan untuk menggambarkan penalaran bagi mereka yang tidak masuk akal, dan keanggunan bagi mereka yang tidak memahami keindahan. Umumnya digunakan sebagai predikat dan objek dalam sebuah kalimat, dengan makna yang merendahkan. Arti Arti dari idiom ini adalah berbicara kepada orang yang tidak tepat, menjelaskan prinsip besar kepada orang-orang pandir. Asal Usul Pada masa dinasti Han Timur (25-220), hiduplah seorang terpleajar benama Mou Rong (Hanzi: 牟融, Pinyin: Móu róng) yang amat menguasai Buddhisme. Ia mengajarkan Buddhisme kepada para pengikut ajaran Konfusius menggunakan buku karya Konfusius. Karena tidak langsung menggunakan kitab suci Buddhisme untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para pengikut ajaran Konfusius tersebut, ia pun menuai protes dari mereka. Mou Rong pun lantas menceritakan kisah seorang musisi bernama Gong Mingyi (Hanzi: 公明仪, Pinyin: Gōng Míngyí). Suatu saat, Gong Mingyi memainkan nada yang rumit dengan semacam kecapi kepada sapi yang tengah merumput. Sapi tersebut sama sekali tidak mempedulikan nada yang ia mainkan dan tetap merumput. Kemudian Gong Mingyi memainkan nada yang mirip suara nyamuk, lalat, dan anak sapi. Saat itulah sapi tersebut memberikan reaksi, mengibaskan ekornya dan menegakkan telinganya saat mendengar nada tersebut. Mou Rong berkesimpulan bahwa mendiskusikan kitab suci Buddhisma dengan orang-orang yang belum pernah mempelajari Buddhisme sama saja dengan membuang-buang tenaga. Beginilah asal usul idiom 对牛弹琴 Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Bermain Musik Untuk Sapi (对牛弹琴)
Keindahan Taman Zhuozheng di Suzhou, Tiongkok
Keindahan Taman Zhuozheng di Suzhou, Tiongkok
Taman Zhuozheng (Hanzi: 拙政园, Pinyin: Zhuōzhèng yuán) adalah taman yang terletak di Suzhou, merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu taman paling terkenal di Suzhou. Taman ini terletak di 178 Northeast Street (东北街178号), Distrik Gusu. Dengan luas 78 mu (Hanzi: 亩, Pinyin: mǔ) atau sekitar 5,2 hektar, ini adalah taman terbesar di Suzhou dan dianggap oleh beberapa orang sebagai taman terbaik di seluruh Tiongkok Selatan. Sumber: Tumblr Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Keindahan Taman Zhuozheng di Suzhou, Tiongkok
Kangxi, Kaisar Ilmuwan
Kangxi, Kaisar Ilmuwan
Kaisar Kangxi (Hanzi: 康熙, Pinyin: Kāngxī) dari Dinasti Qing adalah kaisar yang luar biasa. Selain penguasa yang cakap, beliau juga berperan dalam mendorong munculnya banyak prestasi ilmiah. Kangxi terutama tertarik pada matematika dan memerintahkan agar buku teks yang dipakainya, Intisari Matemtaika – Shu Li Jing Yun (Hanzi: 数理精蕴, Pinyin: Shùlǐ jīng yùn), diterjemahkan dari bahasa Manchu ke bahasa Han. Kangxi juga membangun laboratorium kimia di istana untuk membuat obat-obatan barat. Pada 1708, memerintahkan ekspedisi kartografi di seluruh negeri yang menghasilkan Atlas Seluruh Wilayah Kekaisaran / Atlas Kangxi (Hanzi:皇舆全览图 , Pinyin: Huáng yú quán lǎn tú). Ini kemudian dipakai sebagai dasar peta oleh ahli kartografi dari negara lain. Kaisar Kangxi menemukan padi khusus yang akan siap panen dua bulan sebelum padi lainnya. Padi ini punya tangkai panjang dan kuat. Kangxi lalu mengembangkan jenis premium Padi Kekaisaran dari padi ini dan menganjurkan penanamannya di wilayah selatan. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Kangxi, Kaisar Ilmuwan
Idiom Tiongkok: Mencintai Seseorang Sampai Kepada Orang Lain Atau Barang Yang Berhubungan Dengan Orang Itu – Ai Wu Ji Wu (爱屋及乌)
Idiom Tiongkok: Mencintai Seseorang Sampai Kepada Orang Lain Atau Barang Yang Berhubungan Dengan Orang Itu – Ai Wu Ji Wu (爱屋及乌)
爱屋及乌 Ài wū jí wū Mencintai seseorang sampai kepada orang lain atau barang yang berhubungan dengan orang itu 爱 – ài – cinta 屋 – wū – rumah 及 – jí – dan 乌 – wū – burung gagak Asal Usul Setelah Raja Zhou Wu Wang (Hanzi: 周武王, Pinyin: Zhōu wǔwáng) menaklukkan Zhao Ge (Hanzi: 朝歌, Pinyin: Zhāogē), ibukota Dinasti Shang (1600 SM – 1100 SM), dan mendirikan Dinasti Zhou (1100 SM – 256 SM), beliau bertanya kepada penasehatnya, Jiang Taigong (Hanzi: 姜太公, Pinyin: Jiāng tàigōng), apa yang harus dilakukan terhadap rakyat yang ditinggalkan oleh Raja Shang Zhou Wang (Hanzi: 商纣王, Pinyin: Shāng zhòu wáng) yang sudah dikalahkan. Jiang Taigong berkata, “Menurut nasehat yang hamba dengar, jika kita mencintai seseorang, kita juga harus mencintai burung gagak yang tinggal di atas rumah orang itu. Jika kita membenci seserorang, kita juga harus membenci pengikut dan pelayannya. Raja Shang terkenal akan kelakukan jahatnya, oleh karena itu semua bawahannya pun harus dihukum.” Akan tetapi Zhou Gong (Hanzi: 周公; Pinyin: Zhōu Gōng) memberi nasehat yang bertolak belakang. Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Raja Zhou Wu Wang menerima nasehat Zhou Gong dan membebaskan rakyat Raja Shang Zhou Wang, mengijinkan mereka pulang ke tanah kelahiran mereka untuk menjaga diri mereka sendiri. Inilah asal muasal dari idiom 爱屋及乌. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok: Mencintai Seseorang Sampai Kepada Orang Lain Atau Barang Yang Berhubungan Dengan Orang Itu – Ai Wu Ji Wu (爱屋及乌)
Idiom Tiongkok – Menahan Pasukan Tanpa Bergerak (按兵不动)
Idiom Tiongkok – Menahan Pasukan Tanpa Bergerak (按兵不动)
按兵不动 ànbīngbùdòng Menahan pasukan tanpa bergerak 按 – àn – menahan 兵 – bīng – tentara 不 – bù – tidak 动 – dòng – bergerak Arti Mamiliki kekuatan namun tetap menunggu saat yang tepat untuk bertindak. Asal Usul Pada periode Musim Semi dan Musim Gugur (770 SM – 476 SM), Zhao Jianzi (Hanzi: 赵简子, Pinyin: Zhàojiǎnzi), pejabat senior Jin, sedang mempersiapkan serangan ke Negara Wei. Ia mengutus Shi Mo ke Negara Wei untuk menjalankan misi pengintaian, yang akhirnya membuat Shi Mo menghabiskan waktu setengah tahun di sana. Saat Shi Mo kembali, Zhao Jianzi bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu begitu lama di Negara Wei?”. Shi Mo menjawab, “Jika kemungkinan besar kita akan menghadapi bahaya dalam usaha kita mendapatkan sesuatu, akan lebih baik kalau kita tidak mencoba-coba. Raja Wei adalah orang yang berwawsan luas. Ia dibantu banyak orang berbakat dengan kemampuan unggul dan negara itu diurus dengan baik. Kita tidak bolah bertindak gegabah saat menghadapi mereka.” Diyakinkan oleh analisa Shi Mo, Zhao Jianzi menahan tentaranya di posisi masing-masing dan tidak melakukan apapun, menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Menahan Pasukan Tanpa Bergerak (按兵不动)
Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan (三从四德)
Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan (三从四德)
三从四德 Sāncóngsìdé Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan 三 – sān – tiga 从 – cóng – kepatuhan 四 – sì – empat 德 – dé – kebajikan Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan adalah kode etik dan moralitas yang digunakan untuk membatasi wanita dalam masyarakat feodal Tiongkok kuno. Istilah “tiga kepatuhan” pertama kali muncul dalam klasik Konfusianisme Zhou dan Han “Upacara Ritual, Pakaian Berkabung, Biografi Zixia”. Ketika membahas batas waktu bagi seorang wanita yang sudah menikah, masa berkabung suaminya dan ayahnya (tiga tahun untuk suaminya dan satu tahun untuk ayahnya), dikatakan bahwa “Wanita memiliki ‘tiga kepatuhan’. Jika mereka tidak menikah, mereka mematuhi ayah mereka, tetapi ketika mereka menikah, mereka menuruti suaminya. Istilah “Empat Kebajikan” dapat ditemukan di “Zhou Li, Tian Guan, Nei Zai”. Apa itu Tiga Kepatuhan? Yang disebut “tiga kepatuhan” mengacu pada kepatuhan kepada ayah sebelum menikah, kepatuhan kepada suami setelah menikah, kepatuhan kepada anak setelah suami meninggal. Artinya anak perempuan harus menuruti ajaran orang tuanya sebelum menikah, dan tidak seenaknya menyanggah perintah orang yang lebih tua, karena yang lebih tua memiliki pengetahuan sosial yang kaya dan makna pembimbing yang mendasar. Berbakti kepada yang lebih tua, dan mendidik yang muda. Jika suamiya meninggal, ia harus mematuhi tugasnya, mencari cara untuk membesarkan anak-anak, dan menghormati filosofi hidup anak-anak mereka. Apa itu Empat Kebajikan? Yang disebut “empat kebajikan” mengacu pada moralitas, ucapan, penampilan, dan pekerjaan. Artinya, untuk menjadi seorang wanita, hal pertama dan terpenting adalah moralitas. Kedua, “kata-kata”. Harus memiliki pengetahuan dan pengembangan diri, ucapan yang benar, dan bahasa yang tepat. Ketiga, “penampilan”, yang menunjukkan bahwa seseorang harus bermartabat dan bijaksana, tidak sembrono. Keempat adalah “pekerjaan”. Yaitu, cara menjalankan keluarga. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Tiga Kepatuhan dan Empat Kebajikan (三从四德)
Idiom Tiongkok – Kenali Diri Dan Musuh Kamu, Seratus Pertempuran Tidaklah Berbahaya (知己知彼百战不殆)
Idiom Tiongkok – Kenali Diri Dan Musuh Kamu, Seratus Pertempuran Tidaklah Berbahaya (知己知彼百战不殆)
知己知彼百战不殆 Zhījǐzhībǐ bǎizhànbùdài Kenali diri dan musuh kamu, seratus pertempuran tidak berbahaya 知 – zhī – mengetahui 知彼 – zhī bǐ – memahami musuh 百 – bǎi – seratus 战 – zhàn – pertempuran 不殆 – bù dài – tidak berbahaya Idiom ini berarti bahwa jika kamu dapat memahami situasi musuh dan kondisi kamu secara menyeluruh, tidak akan ada bahaya dalam seratus pertempuran. Idiom ini dikutip dari Sun Tzu: Konspirasi (Hanzi: 孙子·谋攻篇, Pinyin: Sūnzi·móu gōng piān). Hanya dengan mengenal diri sendiri dan mengetahui musuh, maka dapat aman dalam seratus pertempuran. Ini dapat terlihat dalam kasus militer Pertempuran Guandu dan Pertempuran Chibi . Jika kamu tidak mengenal musuh tetapi mengenal diri sendiri, kamu akan menang dan kalah. Jika kamu tidak mengenal musuh atau dirimu sendiri, kamu akan terancam dalam setiap pertempuran. Jika kamu tidak mengerti musuh tetapi hanya memahami diri sendiri, kamu akan sama-sama mungkin menang atau kalah. Jika kamu tidak memahami baik musuh maupun diri sendiri, kamu hanya akan kalah setiap pertempuran. Ini berarti bahwa dalam perang, jika kamu memahami musuh maupun dirimu sendiri, kamu tidak akan pernah kalah dalam seratus pertempuran. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Kenali Diri Dan Musuh Kamu, Seratus Pertempuran Tidaklah Berbahaya (知己知彼百战不殆)
Idiom Tiongkok – Hati Nurani Yang Bersih (问心无愧)
Idiom Tiongkok – Hati Nurani Yang Bersih (问心无愧)
问心无愧 Wènxīn wúkuì Hati nurani yang bersih   问 – wèn – bertanya 心 – xīn – hati 无 – wú – tanpa 愧 – kuì – malu Idiom ini menggambarkan perilaku psikologis, yang telah menarik perhatian dan eksplorasi semua orang, dan telah merangkum berbagai pencapaian dan pengalaman. Ada 5 hal yang berhubungan dengan hati nurani yang bersih ini. 1. Bertanya pada diri sendiri adalah fokus utama untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga merupakan salah satu arti dari hati nurani yang bersih. “Tanya hatimu” bukanlah orang lain yang bertanya pada hatimu, tapi paling-paling orang lain membantumu dan membimbingmu untuk bertanya pada dirimu sendiri, kamu bertanya pada dirimu sendiri. Misalnya, tanyakan pada diri sendiri, jadi bertanya pada diri sendiri adalah fokus utama dari hati nurani yang bersih. 2. Menjadi layak adalah hasil dari menjelaskan hati nurani, dan itu juga merupakan arti kedua dari memiliki idiom hati nurani yang bersih. Malu adalah sejenis reaksi, perwujudan ketenangan pikiran; malu adalah jenis reaksi lain, itu adalah reaksi qi dan darah yang mengalir ke hulu. Menanyakan apakah ada satu atau tidak memiliki dua reaksi. Ini adalah metode untuk orang untuk memahami pikiran, dan itu juga merupakan inti dari hati nurani yang bersih. 3. Sebab-akibat adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga apa artinya memiliki hati nurani yang bersih. Malu adalah reaksi, akibat dari bertanya, dan tidak ada rasa malu tanpa bertanya. Oleh karena itu, hati nurani yang bersih menekankan hubungan logis antara sebelum dan sesudah, yang termasuk dalam kategori berpikir logis dan memiliki arti verifikasi. 4. Terlihat dan tidak berwujud, adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, tetapi juga arti dari hati nurani yang bersih. Malu lebih dekat dengan kategori berwujud, dan pertanyaan lebih dekat dengan kategori tidak berwujud dan kesadaran. Misalnya, kamu dapat melihat wajahnya menjadi merah dan biru untuk sementara waktu, dan dia mengatakan bahwa dia tidak berbohong. Rasa malu itu ada dalam jangkauan yang terlihat, jangkauan yang nyata. Melihat yang tidak terlihat dengan yang terlihat adalah kebijaksanaan yang jelas. 5. Hubungan antara psikologi dan fisiologi adalah cara untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga merupakan makna komprehensif dari hati nurani yang bersih. Hati nurani yang bersih adalah masalah psikologis, dan rasa malu adalah fenomena fisiologis. Menghubungkan fisik dan psikologis adalah cara terbaik untuk menjelaskan hati nurani yang bersih, dan juga satu-satunya cara untuk memahami arti dari hati nurani yang bersih. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok – Hati Nurani Yang Bersih (问心无愧)
Pepatah Tiongkok – Lakukan Apa Yang Bisa Dilakukan, Lakukan Yang Terbaik (量力而行,且尽力而为)
Pepatah Tiongkok – Lakukan Apa Yang Bisa Dilakukan, Lakukan Yang Terbaik (量力而行,且尽力而为)
量力而行,且尽力而为 Liànglì ér xíng, qiě jìnlì ér wéi Lakukan apa yang bisa dilakukan dan lakukan yang terbaik 量 – liàng – kuantitas, jumlah 力 – lì – tenaga, kekuatan, daya 而行 – ér xíng – melakukan 且 – qiě – dan 尽 – jìn – berusaha sebisanya 而为 – ér wéi – untuk Arti Pepatah Tiongkok ini adalah melakukan apa yang bisa dilakukan, lakukan yang terbaik dengan seluruh kekuatan dan sepenuh hati. Dalam menjalani hidup, ambil inisiatif dan lakukan yang terbaik, sesuai dengan kemampuan. Selamat pagi, selamat beraktivitas! Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Pepatah Tiongkok – Lakukan Apa Yang Bisa Dilakukan, Lakukan Yang Terbaik (量力而行,且尽力而为)
Kuda Putih Merumput Dengan Santai Di Padang Rumput (白驹食场)
Kuda Putih Merumput Dengan Santai Di Padang Rumput (白驹食场)
白驹食场 Bái jū shí chǎng Kuda putih merumput dengan santai di padang rumput Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén) 白 – bái – putih 驹 – jū – kuda 食 – shí – makan 场 – chǎng – tempat/padang rumput Pada masa Tiongkok kuno, seekor kuda yang bagus sangat berharga karena mampu membawa orang ke mana pun dalam sekejap. Makanan menjadi hal sangat penting bagi orang Tiongkok, seperti halnya rumput bagi seekor kuda yang bagus. Ada idiom Tiongkok yang berbunyi, kekuatan kuda dibuktikan dengan perjalan jarak jauh yang ditempuhnya (路遥知马力, 日久见人心) Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Kuda Putih Merumput Dengan Santai Di Padang Rumput (白驹食场)
Idiom Tiongkok : Berteman Baik (义结金兰)
Idiom Tiongkok : Berteman Baik (义结金兰)
义结金兰 yì jié jīnlán Berteman baik Ini adalah salah satu idiom Tiongkok yang terdiri dari 4 aksara. Kata emas -jin (Hanzi:金, Pinyin: jīn) dalam idiom ini untuk melambangkan ketangguhan. Sedangkan kata anggrek – lan (Hanzi:兰, Pinyin: lán) sebagai metafora untuk wewangian. Jinlan, menggambarkan persahabatan yang begitu dalam. Awalnya mengacu pada emosional antara teman-teman. Kemudian, itu digunakan sebagai simbol untuk menjalin pertemanan yang sangat cocok dan bersumpah sebagai saudara dan saudari. Hal ini dapat dilihat dalam Kisah Tiga Kerajaan (Hanzi: 三国演义, Pinyin: sānguó yǎnyì), Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei berada di Taoyuan di mana bunga-bunga bermekaran penuh di belakang Desa Zhang Fei di Kabupaten Zhuo. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok : Berteman Baik (义结金兰)
Idiom Tiongkok: Manusia Berencana Tapi Tuhan Yang Menentukan (人算不如天算)
Idiom Tiongkok: Manusia Berencana Tapi Tuhan Yang Menentukan (人算不如天算)
人算不如天算 Rén suàn bùrú tiān suàn Perhitungan manusia tidak sebanding dengan perhitungan Tuhan, manusia berencana tetapi Tuhan yang menentukan 人 – rén – orang, manusia 算 – suàn – perhitungan 不如 – bùrú – tidak sebaik 天 – tiān – langit, Tuhan Asal Usul Idiom Tiongkok 人算不如天算 Suatu hari di masa Tiga Kerajaan (Hanzi: 三国, Pinyin: sānguó), Zhuge Liang (Hanzi: 诸葛亮, Pinyin: zhūgéliàng) sebagai penasihat Bangsa Shu merencanakan agresi ke Bangsa Wei. Prajurit Shu telah berhasil menekan prajurit Wei di lembah, tidak ada cara untuk melarikan diri dari serangan itu (ada api di satu sisi dan dinding curam di sisi lain). Zhuge Liang telah menghitung rencana itu dengan sangat baik. Tapi tiba-tiba, angin arah berubah dan meniup api ke arah lain. Jadi, Prajurit Wei bisa lolos dari serangan prajurit Shu. Ketika itu terjadi, Zhuge Liang berkata, “Aku telah merencanakan dengan sangat baik, tetapi Tuhan mengatur rencana lain.” Arti Idiom Tiongkok 人算不如天算 Arti dari idiom ini ini adalah manusia hanya bisa berencana dan berusaha dengan maksimal, tetapi pada akhirnya Tuhan juga lah yang menentukan berhasil atau tidaknya. Meski begitu, bagaimanapun hasilnya, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, walaupun terkadang sulit dipahami di saat awal. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok: Manusia Berencana Tapi Tuhan Yang Menentukan (人算不如天算)
Idiom Tiongkok : Perjalanan Jauh Membuktikan Kekuatan Seekor Kuda ( 路遥知马力,日久见人心)
Idiom Tiongkok : Perjalanan Jauh Membuktikan Kekuatan Seekor Kuda ( 路遥知马力,日久见人心)
路遥知马力,日久见人心 lù yáo zhī mǎ lì, rì jiǔ jiàn rén xīn Perjalanan yang jauh dapat membuktikan kekuatan seekor kuda. Butuh waktu lama untuk membuktikan hati seseorang. 路遥 – lù yáo – perjalanan jauh 知 – zhī – mengetahui 马力 – mǎ lì – kekuatan kuda 日久 – rì jiǔ – waktu yang lama 见 – jiàn – bertemu 人心 – rén xīn – hati seseorang Arti idiom ini adalah kekuatan kuda hanya bisa diketahui saat perjalanan jauh. Setelah melalui banyak hal dan waktu yang lama barulah bisa mengenali baik buruknya hati manusia. Ada cerita menarik di bali idiom ini. Cerita yang mengisahhkan tentang Lu Yao (Hanzi: 路遥, Pinyin: lù yáo) dan Ma Li (Hanzi: 马力, Pinyin: mǎ lì). Ma Li pergi ke Beijing untuk mengikuti ujian. Dia jatuh sakit di tengah jalan dan sangat miskin. Untungnya, tuan tanah Lu Yao menerimanya dan merawatnya selama 3 tahun. Ma Li pergi ke Beijing untuk mengikuti ujian, mendapat pilihan teratas dan direkrut sebagai menantu lelaki kaisar (Hanzi: 驸马, Pinyin: fùmǎ). Pada saat ini, keluarga Lu Yao tertimpa bencana kebakaran, dan keluarganya bangkrut. Lu Yao tidak punya pilihan selain pergi ke Beijing untuk mencari Ma Li untuk meminta bantuan. Setelah bertemu dengan Ma Li, Ma Li tidak menyebutkan apa pun untuk membantu. Ma Li hanya membiarkan Lu Yao bersenang-senang di ibu kota. Lu Yao marah dan pergi. Ma Li mengirim prajurit untuk menahan Lu Yao. Lu Yao hanya diijinkan untuk mundur 1 mil setiap hari, dan jika dia berjalan satu mil lagi, dia harus kembali sejauh dua mil. Pada hari yang sama, Lu Yao berjalan 5 mil lagi dan kemudian mundur 10 mil. Lu Yao marah dan memaki Ma Li karena tidak tahu berterima kasih. Selama penahanan, para prajurit memperlakukan Lu Yao dengan sopan dan menawarkan persembahan yang lezat. Lu Yao berjalan mondar-mandir seperti ini, dan butuh waktu 3 tahun sebelum dia kembali ke rumahnya. Lu Yao melihat rumah yang dulu terbakar itu sekarang berubah menjadi rumah yang asri. Ternyata Ma Li tidak ingin Lu Yao kembali terlalu dini, tetapi dia ingin membangun rumah ini untuknya sebagai imbalan atas keselamatannya. Lu Yao tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela nafas. Lu Yao mengetahui hati Ma Li yang sebenarnya. Ada juga versi lainnya. Lu Yao dan Ma Li adalah teman baik. Ayah Lu Yao adalah seorang pengusaha kaya dan ayah Ma Li adalah pelayan keluarga Lu Yao. Meskipun ini adalah hubungan tuan-pelayan, hubungan antara keduanya sangat baik. Mereka membaca bersama dan bermain bersama. Ketika saatnya berbicara tentang pernikahan, Lu Yao kaya dan berkuasa, dan mudah untuk mendapatkan istri. Tapi Ma Li miskin dan tidak mampu melamar gadis untuk diperistri. Suatu hari, seorang mak comblang menawarkan Ma Li untuk menikahi seorang gadis. Ma Li sangat senang, tetapi si gadis meminta mahar yang mahal. Ma Li harus meminta bantuan teman baiknya Lu Yao. Lu Yao berkata : “Meminjam uang boleh saja, tapi aku akan datang untukmu tiga hari sebelum menikah dan memasuki kamar pengantin.” Ma Li bergegas dalam kemarahan, tetapi tidak ada cara lain. Ma Li tidak bisa menjadi bujangan seumur hidup. Jadi dia harus menyetujui hal ini, dan menerimanya. Pada hari keempat, itu adalah kamar pengantinnya, dan dia merasa kesal. Saat hari mulai gelap, dia masuk ke kamar pengantin, menutup kepalanya, dan tidur. Pengantin wanita bertanya: “Suamiku, mengapa belajar sepanjang malam selama tiga malam pertama, tetapi tertidur dengan kepala tertutup hari ini?”. Baru saat itulah Ma Li tahu bahwa Lu Yao telah membuat lelucon besar untuknya, yang benar-benar membuatnya bahagia dan menjengkelkan. Sejak itu, Ma Li bersumpah untuk belajar keras dan mendapatkan pilihan teratas dalam ujian. Kemudian, Ma Li diterima dan menjadi pejabat tinggi di Beijing. Temperamen Lu Yao yang tidak terkendali dan terlalu berani membuat usahanya bangkrut. Lu Yao teringat Ma Li untuk meminjam uang. Lu Yao berdiskusi dengan istrinya untuk pergi ke Beijing untuk meminta Ma Li. Ma Li sangat senang melihat Lu Yao dan memperlakukannya dengan hangat. Lu Yao menjelaskan niatnya, tetapi Ma Li berkata: “Minumlah! Minum anggur ini!” Ma Li tidak bermaksud membantunya sama sekali. Lu Yao sangat kesal selama beberapa hari, dan Ma Li berkata: “Kakak Lu, pulanglah, jangan sampai istrimu mengkhawatirkanmu!” Lu Yao pulang dengan marah dan frustrasi. Sebelum memasuki rumah, Lu Yao mendengar orang menangis dan bergegas masuk. Lu Yao melihat istri dan anak-anaknya menjaga peti mati dan menangis dengan sedih. Anggota keluarga terkejut dan senang ketika melihat Lu Yao masuk. Ternyata Ma Li mengirim seseorang untuk mengantarkan peti mati dan berkata: “Setelah Lu Yao tiba di ibukota, dia jatuh sakit parah dan meninggal karena pengobatan yang tidak efektif!” Lu Yao menjadi kesal. Lu Yao membuka peti mati dan melihat bahwa peti itu penuh dengan emas dan perak. Ada catatan di atasnya: “Anda membiarkan istri saya menjaga kamar tiga hari, dan saya membuat istri Anda menangis.” Ada juga cerita lainnya lagi. Pada Dinasti Song, diceritakan ada dua orang yang bernama Lu Yao dan Ma Li. Lu Yao adalah seorang pria terhormat di Nanjing, kaya dan murah hati. Ma Li adalah keponakan Ma Han, bawahan Hakim Baozheng di Prefektur Kaifeng. Ma Li adalah seorang sarjana miskin pada saat itu. Awalnya memiliki keinginan untuk mengikuti ujian. Ketika berjalan ke Nanjing, dia kelelahan dan sakit parah. Ma Li terjebak di penginapan. Kemudian ditolong oleh Lu Yao. Setelah tiba di kediaman Lu Yao, Ma Li tidak menjelaskan hubungannya dengan Ma Han. Lu Yao menerimanya dengan hangat Dia memberikan perawatan medis dan mengosongkan rumah untuk Ma Li belajar. Lu Yao menghargai bakat dan pembelajaran Ma Li, dan keduanya berteman baik. Setelah Ma Li pulih, Lu Yao mempersembahkan dua ratus tael perak untuk membantunya pergi ke Kaifeng mengikuti ujian. Sejak itu Lu Yao kehilangan komunikasi dengan Ma Li. Bertahun-tahun kemudian, Lu Yao mengalami kebakaran di rumahnya. Dia pergi ke Kaifeng untuk mencari pertolongan Ma Li. Tanpa diduga, setelah tiba di kediaman Ma Li, Ma Li tidak ada di rumah dan keluarganya tidak menerima Lu Yao. Lu Yao berpikir bahwa Ma Li tidak mengingat perasaan lamanya dan pergi dengan marah. Setelah Ma Li pulang dan mendengar kabar dari keluarganya, dia tahu bahwa Lu Yao telah pergi. Sambil memarahi keluarganya karena bersikap kasar, dia mengirim keluarganya yang bernama Ding Rijiu untuk mengejar Luyao dengan cepat. Setelah bertemu dengan Lu Yao, Ma Li menjelaskan keseluruhan cerita. Keduanya menyelesaikan kesalahpahaman mereka. Ma Li membawa keluarga Lu Yao ke Kaifeng.   Jadi, muncullah idiom, perjalanan jauh mengetahui tenaga kuda, hati orang-orang akan terlihat seiring waktu. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Idiom Tiongkok : Perjalanan Jauh Membuktikan Kekuatan Seekor Kuda ( 路遥知马力,日久见人心)
Burung Phoenix Bernyanyi Gembira Di Pohon Bambu (鸣凤在竹)
Burung Phoenix Bernyanyi Gembira Di Pohon Bambu (鸣凤在竹)
鸣凤在竹 Míng fèng zài zhú Burung phoenix bernyanyi gembira di pohon bambu Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén) 鸣 – míng – berkicau 凤 – fèng – burung phoenix 在 – zài – di 竹 – zhú – pohon bambu Aneka ragam burung, baik burung phoenix atau burung-burung yang kurang indah, senantiasa bernyanyi dengan indah di alam mereka. Meski merupakan burung mitos yang digambarkan berekor emas yang indah dan berbulu merah tua, burung phoenix dijadikan simbol untuk sifat yin (wanita). Burung phoenix dikenal juga sebagai burung merah, burung api, dan ayam. Burung phoenix adalah hewan dewa dan raja burung dalam mitos dan legenda Tiongkok. Merupakan burung dan binatang langka yang tercatat dalam sejarah, dan hanya akan muncul pada jaman kebajikan, keadilan, dan moralitas yang damai dan makmur. Burung phoenix dipercaya pembawa keberuntungan dan kedamaian. Mitos tentang burung phoenix ada di Tiongkok, Jepang, Arab, dan Mesir. Burung phoenix diyakini bisa hidup lama, 500 hingga 1000 tahun. Setelah hidup selama itu, burung phoenix menyalakan api, dan membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung phoenix muda. Ia terlahir kembali dalam api. Bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru dengan vitalitas yang lebih kuat dari sebelumnya, yang disebut Phoenix Nirvana. Dengan cara ini, burung phoenix memperoleh keabadian. Burung phoenix adalah salah satu dari empat roh (naga, burung phoenix, unicorn, dan kura-kura) dalam cerita rakyat Tiongkok. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Burung Phoenix Bernyanyi Gembira Di Pohon Bambu (鸣凤在竹)
Asal Usul Nama Lampung
Asal Usul Nama Lampung
Prof Dr Krom, sejarawan asal Belanda menyebutkan nama Lampung berasal dari kata dalam bahasa Tionghoa yakni Lampohwang. Ia menjelaskan pd abad ke 4 masehi, Kerajaan Tulang Bawang di Lampung sudah mengirim utusan ke Tiongkok tepatnya di kawasan Kota Kwancou. Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Asal Usul Nama Lampung
Sejarah dan Warna Baju Pernikahan Tiongkok
Sejarah dan Warna Baju Pernikahan Tiongkok
Sejarah baju pernikahan lebih pendek dari sejarah pernikahan, dan bahkan lebih pendek dari sejarah pernikahan. Sebuah mitos Tiongkok kuno berisi salah satu referensi tertua yang diketahui tentang pakaian semacam itu, dan kira-kira seperti informasi berikut ini. Dahulu kala, di sebuah negara hijau dan berkabut di pusat dunia, hiduplah seekor anjing pintar yang juga seekor naga. Secara alami, dia belum menikah. Anjing naga ini, bernama Panhu, adalah pelayan seorang kaisar, yang berperang dengan seorang jenderal yang suka bertengkar. Suatu hari, kaisar menyatakan bahwa siapa pun yang dapat membawakannya kepala musuhnya akan dinikahkan dengan putrinya. Panhu bukanlah seorang laki-laki, tetapi karena setia dan berani, dia berjanji untuk menjadi satu setelah menaklukkan musuh sehingga dia bisa menikahi sang putri. Dia berhasil, berubah menjadi bentuk manusia, dan bertunangan dengan putri kaisar. Untuk memastikan bahwa persatuan itu beruntung, permaisuri mendandani sang putri dengan gaun phoenix yang indah dan mahkota phoenix, dan Panhu membawa pengantinnya untuk tinggal di pegunungan selatan. Mereka bahagia dan memiliki banyak anak. Ketika tiba saatnya bagi putri mereka sendiri untuk menikah, seekor phoenix asli terbang keluar dari gunung dan menghadiahkan gadis itu gaun phoenix berwarna-warni sebagai miliknya. Warna baju pernikahan di Tiongkok Tiongkok mungkin menjadi tempat pertama di mana pengantin wanita diharapkan mengenakan warna tertentu. Selama pemerintahan Dinasti Zhou sekitar tiga ribu tahun yang lalu, pengantin wanita dan pengantin pria keduanya mengenakan jubah hitam sederhana dengan hiasan merah, dikenakan di atas pakaian dalam putih yang terlihat. Mengenakan warna dan desain tertentu tidak disediakan untuk pernikahan. Penguasa Zhou melembagakan undang-undang pakaian ketat yang menentukan apa yang bisa dikenakan, oleh siapa, dan kapan, berdasarkan profesi, kasta sosial, jenis kelamin, dan kesempatan. Aturan-aturan ini masih berlaku pada awal Dinasti Han, sekitar 200 SM, ketika pengantin masih sama-sama mengenakan pakaian hitam. Dinasti Han konon kurang ketat dalam menegakkan aturan pakaian, tetapi tetap menetapkan bahwa warna-warna tertentu dikenakan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Yaitu warna hijau di musim semi, merah di musim panas, kuning di musim gugur, dan hitam di musim dingin. Pada abad ketujuh, pada masa pemerintahan Dinasti Tang, dengan peraturan pakaian yang semakin dilonggarkan, menjadi mode bagi pengantin wanita untuk mengenakan pakaian hijau ke pernikahan mereka. Mungkin sebagai bentuk penerimaan pada pakaian musim semi dari periode Dinasti Han sebelumnya. Sementara pengantin pria mereka biasanya mengenakan warna merah. Tatanan sosial yang lebih santai menyebabkan mode yang lebih beragam dan eksperimental, dengan wanita mengenakan gaun pendek dan bahkan pakaian pria tradisional dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dinasti Tang memerintah selama periode banyak imigrasi dan pengaruh budaya yang mengalir dari Tiongkok ke Jepang dan semenanjung Korea, dan pengaruh mode dari periode Tang masih dapat dilihat di beberapa mode pengantin tradisional Jepang dan Korea hari ini, baik dalam warna. dan dalam bentuk. Sumber: daily.jstor.org, baidu.com Terima kasih telah membaca, silahkan kunjungi Tionghoa Indonesia untuk artikel-artikel lain yang lebih menarik.
·tionghoa.org·
Sejarah dan Warna Baju Pernikahan Tiongkok